Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Hiburan & Gaya Hidup Fashion Fun

JICAF 2026 Resmi Dibuka, Bawa Tema The World We Draw dan Hadirkan Beragam Kolaborasi

Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 02 Oktober 2026

MerahPutih.com - Jakarta Illustration & Creative Arts Fair (JICAF) 2026 resmi dibuka dengan mengusung tema The World We Draw. Gelaran yang memasuki penyelenggaraan ketiga ini berlangsung hingga 4 Oktober 2026.

Tema tersebut berangkat dari cara melihat ilustrasi bukan hanya sebagai karya visual, tetapi juga sebagai medium bagi kreator untuk membangun dunia, menerjemahkan pengalaman, sekaligus membagikan sudut pandang personal kepada orang lain.

Memasuki edisi ketiganya, JICAF terus memperluas peran. Jika sebelumnya lebih dikenal sebagai sebuah art fair, kini JICAF berkembang menjadi ruang yang mempertemukan berbagai bagian dari ekosistem kreatif, mulai dari artists, brands, communities, hingga creative players dengan latar belakang yang beragam.

Melalui pameran, program, dan berbagai kolaborasi yang berlangsung tahun ini, JICAF memberikan kesempatan bagi karya dan gagasan untuk bertemu dengan audiens yang lebih luas.

Pertemuan tersebut juga membuka kemungkinan baru, terutama ketika ilustrasi tidak lagi berdiri sendiri dan mulai bersinggungan dengan berbagai medium, industri, serta bentuk kreativitas lainnya.

Setiap Kreator Membawa Dunianya Sendiri

Co-Founder & Fair Director JICAF, Sunny Gho, mengatakan tema The World We Draw menggambarkan keberagaman dunia yang dibangun oleh setiap kreator.

The World We Draw adalah tentang bagaimana setiap kreator punya dunianya sendiri untuk dibagikan. Bagi kami, JICAF adalah ruang yang mempertemukan dunia-dunia tersebut, sekaligus membuka kesempatan agar karya, ide, dan kreativitas bisa bertemu dengan lebih banyak pihak,

Co-Founder & Fair Director JICAF, Sunny Gho.

Semangat tersebut terlihat dari deretan seniman yang hadir dengan karakter visual dan pendekatan berbeda.

Beberapa di antaranya adalah Rinaldo Hartanto x LEKAT, Stereoflow, Machine 56, Pronto Pixel, BART, dan Fluxcup.

Masing-masing membawa bahasa visual dan perspektif sendiri sekaligus menjadi bagian dari lanskap kreatif yang coba dibangun JICAF.

Baca juga:

Art Jakarta 2026 Hadirkan 75 Galeri, Perkuat Jejaring Seni Kontemporer Indonesia

Kolaborasi Stereoflow dan Psychloop

Salah satu kolaborasi yang hadir dalam JICAF 2026 datang dari Stereoflow bersama Psychloop.

Keduanya menghadirkan Special Drop yang berangkat dari ketertarikan bersama terhadap sepeda serta pengalaman yang tumbuh melalui interaksi dengan cycling community.

Kolaborasi tersebut kemudian diterjemahkan menjadi produk yang ditujukan bagi everyday cyclists. Selain mempertimbangkan sisi fungsional, karya ini juga memasukkan unsur kreativitas dan semangat yang diharapkan membuat aktivitas bersepeda terasa lebih personal dan menyenangkan.

Kolaborasi Stereoflow dan Psychloop lahir dari shared passion terhadap sepeda dan pengalaman yang tumbuh bersama cycling community. Melalui Special Drop di JICAF 2026, kami ingin menghadirkan produk yang bukan hanya fungsional untuk everyday cyclists, tetapi juga membawa kreativitas dan semangat untuk membuat pengalaman bersepeda terasa lebih menyenangkan,

Stereoflow.

Fluxcup Ajak Pengunjung Ikut DUBKIL PROJECT

Sementara itu, Fluxcup menawarkan pengalaman yang lebih dekat dengan pengunjung melalui DUBKIL PROJECT atau Dubbing Kilat.

Proyek ini memungkinkan pengunjung membuat konten secara langsung di area pameran. Fluxcup akan merekam mereka, kemudian mengolah rekaman tersebut menjadi versi dubbing dengan gaya absurd dan nihilist yang menjadi ciri khasnya.

Proses tersebut berlangsung cepat, hanya sekitar 10 detik.

Menariknya, tidak ada script maupun kesempatan melakukan retake. Hasil dubbing diberikan langsung kepada peserta sebelum nantinya dikompilasi dan dibagikan melalui akun Instagram @flux.cup.

Untuk exhibition ini, saya membawa signature style saya melalui DUBKIL PROJECT. Pengunjung bisa langsung merekam video di lokasi dan audionya akan di-redub dalam waktu sekitar 10 detik dengan gaya absurd dan nihilist saya. Tidak ada script, retake, atau request hasil akhirnya langsung menjadi bagian dari proyek ini,

Fluxcup.

Ketika Ilustrasi Bertemu Dunia yang Lebih Luas

JICAF 2026 tidak hanya menghadirkan karya personal dari para artist. Gelaran ini juga memperlihatkan bagaimana ilustrasi dapat menemukan bentuk baru ketika bersentuhan dengan bidang lain, mulai dari fashion dan craft hingga budaya populer serta industri material.

Kolaborasi Rinaldo Hartanto x LEKAT menjadi salah satu contohnya.

Proyek tersebut mempertemukan ilustrasi dengan fashion dan craft melalui eksplorasi terhadap folklore serta volcanic imagery. Kolaborasi ini juga memanfaatkan leftover fabrics dari LEKAT yang kemudian diolah menggunakan teknik patchwork.

Material tersebut diterjemahkan menjadi berbagai produk, termasuk Patchwork Bag dan Cap.

Melalui pendekatan tersebut, elemen yang sebelumnya tersisa dari proses produksi mendapatkan kehidupan baru melalui eksplorasi artistik.

Disney Jajan Bawa Karakter Disney ke Konteks Lokal

Di sisi lain, JICAF 2026 juga menjadi tempat peluncuran Disney Jajan, proyek kolaborasi antara Disney Indonesia dan sejumlah ilustrator lokal yang difasilitasi oleh enMasse sebagai penyelenggara JICAF.

Disney Jajan mengajak para ilustrator melihat karakter Disney melalui sudut pandang yang lebih dekat dengan keseharian masyarakat Indonesia.

Stitch dan Angel menjadi karakter yang diterjemahkan melalui perspektif budaya jajanan serta street food Indonesia.

Tiga ilustrator, yakni Ykha Amelz, WD Wily, dan Liunic, terlibat dalam proyek tersebut.

Ketiganya menghadirkan gaya visual dan pendekatan masing-masing untuk membawa karakter Disney ke dalam konteks lokal yang lebih dekat dengan pengalaman masyarakat Indonesia.

Baca juga:

JICAF 2025: Pameran Ilustrasi Terbesar di Indonesia Hadirkan Pengalaman Seni 'New Heights'

Material Bangunan Masuk ke Ruang Creative Arts

Selain itu, JICAF 2026 juga menggandeng TACO, perusahaan penyedia solusi building material, sebagai salah satu brand partner.

Kolaborasi ini membuka perspektif mengenai kemungkinan material untuk hadir sebagai bagian dari proses creative arts, sekaligus menjadi sesuatu yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Berbagai pertemuan tersebut kembali membawa gagasan utama The World We Draw ke dalam konteks yang lebih luas.

Dunia yang dibentuk melalui ilustrasi tidak hanya lahir dari tangan seorang kreator, tetapi juga dapat berkembang ketika bertemu dengan perspektif, medium, komunitas, dan industri yang berbeda.

“Pada akhirnya, The World We Draw bukan hanya tentang apa yang kita gambar, tetapi juga tentang dunia yang terbentuk ketika berbagai perspektif bertemu. Kami ingin JICAF terus menjadi tempat di mana kreator bisa menemukan audiens, membangun koneksi, dan melihat lebih banyak kemungkinan dari karya mereka,” tutup Sunny Gho.

JICAF 2026 dan Perkembangan Creative Arts Indonesia

Melalui edisi ketiganya, JICAF kembali menunjukkan bagaimana ilustrasi dan creative arts dapat bergerak melampaui batas medium.

Pameran, kolaborasi, hingga pengalaman interaktif yang dihadirkan tahun ini menjadi bagian dari upaya mempertemukan karya dengan komunitas dan audiens yang lebih luas.

JICAF 2026 pun tidak sekadar menjadi tempat untuk melihat karya ilustrasi. Di dalamnya terdapat ruang untuk bertemu, bertukar gagasan, membangun kolaborasi, serta menemukan peluang baru.

Dari seniman hingga brand, komunitas hingga pengunjung, semuanya menjadi bagian dari ekosistem yang membuat The World We Draw tidak hanya berhenti sebagai tema, tetapi hadir sebagai pengalaman bersama dalam perkembangan creative arts Indonesia. (Far)

Baca Artikel Asli