MerahPutih.com - Pelatih timnas Korea Selatan, Hong Myung-Bo mengatakan, bahwa ia melihat pemandangan drone yang terbang di atas sesi latihan tertutup di Guadalajara. Hal itu terjadi menjelang pertandingan Piala Dunia 2026 melawan Meksiko.
Pasukan militer Meksiko mencegat dan menembak jatuh sebuah drone yang terbang di dekat kamp pelatihan timnas Korea Selatan, kata seorang pejabat federal kepada Associated Press, Kamis (18/6).
Pasukan militer menggunakan peralatan khusus untuk mendeteksi "drone tak terdaftar," yang mendorong mereka untuk menetralisirnya.
Hal itu diungkapkan seorang agen federal Meksiko yang berbicara dengan syarat anonim, karena mereka tidak berwenang untuk membahas insiden tersebut secara terbuka.
Baca juga:
Sesi Latihan Timnas Korea Selatan Diwarnai Insiden Drone Misterius
"Jadi kemarin, selama latihan kami, ada drone di langit dan kami mengetahuinya." kata Hong
"Tetapi untungnya, itu tepat sebelum kami berlatih taktik. Jadi itu tidak berdampak signifikan pada kami. Saat kami mempersiapkan pertandingan, itu adalah waktu yang paling penting. Jadi apa yang terjadi sangat disayangkan," tambahnya.
Operasi tersebut merupakan bagian dari rencana keamanan yang melibatkan pasukan militer dan polisi setempat untuk Piala Dunia 2026 yang dimulai pekan lalu hingga 19 Juli mendatang.
Pejabat tersebut tidak menyebutkan kapan insiden itu terjadi atau apakah ada penangkapan yang dilakukan. Ia hanya mengatakan, bahwa beberapa drone telah dinetralisir dalam beberapa hari terakhir usai mencoba masuk ke zona keamanan di sekitar stadion Mexico City, Guadalajara, dan Monterrey.
Baca juga:
Fenomena Unik Piala Dunia 2026: Banyak Pemain Pakai Sepatu Pink, Ternyata ini Alasannya!
Drone tak Berizin Dilarang Muncul di Sesi Latihan Tim Lawan
Rencana tersebut mencakup sistem peringatan dini, langkah-langkah keamanan di stadion, bandara, jalan raya, dan hotel, serta protokol perlindungan untuk tim, pejabat, dan penggemar.
Sementara di Kanada, otoritas telah melarang drone yang tidak berizin untuk terbang di atas stadion Piala Dunia 2026 dan beberapa lokasi pelatihan di Vancouver dan Toronto, sebagai langkah keamanan. Pembatasan tersebut tetap berlaku hingga 7 Juli 2026.
Pada 2024, lalu timnas wanita Kanada dituduh menggunakan drone untuk memata-matai sesi latihan Selandia Baru beberapa hari sebelum pertandingan pembuka di Olimpiade.
Baca juga:
Gianni Infantino Tanggapi Kritik Piala Dunia 2026, Sebut FIFA tak Bisa Berbuat Lebih Banyak
Skandal tersebut menyebabkan penangguhan dua anggota staf pelatih dan pelatih timnas Kanada, Bev Priestman, yang akhirnya dipecat oleh Canada Soccer.
Timnas wanita Kanada, yang merupakan juara bertahan dari Olimpiade Tokyo, dikurangi enam poin dari klasemen grup di Olimpiade 2024.
Lalu, Kanda menganggap insiden tersebut bukanlah kesalahan terisolasi, tetapi bagian dari pola pengawasan yang tidak memadai dalam timnas.