Jangan Lewatkan 3 Festival Budaya NTT di 2018

Senin, 18 Juni 2018 - Dwi Astarini

BERWISATA dan menikmati festival budaya daerah setempat pastilah amat seru dan menyenangkan. Tak hanya bisa bersenang-senang, saat mengunjungi festival budaya, kamu juga berkesempatan mengenal lebih mendalam budaya, kesenian, hingga cara hidup daerah yang kamu datangi.

Nusa Tenggara Timur sebagai daerah tujuan wisata yang menarik di Tanah Air meluncurkan Calendar of Event NTT 2018, beberapa waktu lalu. Dalam kalender tersebut, ada empat festival kebudayaan yanng amat menarik dan wajib kamu hadiri.

Festival pertama dalam agenda tersebut ialah Festival Komodo yang digelar 5-10 Maret lalu.
Seperti judulnya, Festival Komodo mengunggulkan daya tarik wisata satwa komodo sebagai salah satu dari tujuh keajaiban dunia. Selain itu, festival juga diramaikan pentas seni budaya tarian tradisional serta kontemporer dari tiap kecamatan di Manggarai Barat. Yang enggak kalah seru, karnaval budaya juga meramaikan festival ini.

Meskipun satu festival telah berlangsung, masih ada tiga gelaran budaya di NTT yang wajib masuk dalam agenda traveling kamu. Berikut 3 festival budaya NTT hingga akhir 2018.


1. Festival Kuda Sandalwood dan Tenun Ikat Sumba

festival tenun
Ribuan penenun ambil bagian dalam Festival Tenun Ikat Sumba. (foto: Antara/Kornelis Kaha)

Tak hanya komodo, Pulau Sumba juga punya kuda sandalwood. Kuda ini merupakan kuda pacu asli Indonesia yang dikembangkan di Pualu Sumba. Konon, nenek moyang kuda ini berasal dari kuda Arab yang kemudian disilangkan dengan kuda poni lokal. Nama sandalwood didapat dari komoditas ekspor cendana dari pulau ini pada masa lampau.

Tahun ini, Festival Kuda Sandalwood digelar bersamaan dengan Festival Tenun Ikat Sumba. Tujuannya tentu saja untuk mengenalkan Pulau Sumba sebagai destinasi wisata baru yang menarik di Indonesia. Festival Kuda Sandalwood akan digelar di tiga kabupaten, yakni Sumba Barat Daya, Sumba Barat, dan Sumba Timur. Kuda-kuda sandalwood akan berparade di hutan dan padang sabana di ketiga kabupaten tersebut. Ajang ini digelar 5-12 Juli mendatang.

Kuda sandalwood yang dikembangbiakkan di Sumba. (foto: Antara/Kornelis Kaha)

Setelah melihat parade kuda sandalwood, pastikan kamu menyaksikan juga Festival Tenun Ikat yang akan digelar di daerah perkotaan di Kabupaten Sumba Timur. Ada 2.018 penenun yang akan meramaikan festival kain tradisional tersebut.


2. Festival Likurai Timor

festival likurai
Ribuan penari Likurai menari di Bukit Fulan Fehan. (foto: pedomanwisata)

Tari Likurai merupakan tarian perang tradisonal daerah Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT). Tari Likurai pertama kali dipertunjukan untuk menyambut pahlawan desa yang pulang dari perang. Tarian ini menjadi ungkapan rasa syukur dan kebahagiaan mereka karena pahlawan mereka pulang dengan selamat.

Ketika perang tak lagi dilakukan, penduduk Belu tetap melestarikan tari Likurai. Kini, mereka menarikannya untuk menyambut tamu. Tarian ini biasanya dibawakan penari pria dengan pedang, sedangkan penari wanita akan membawa tihar (drum kecil). Dalam upaya pelestarian itulah, digelar sebuah festival untuk mengenalkan Likurai.

Tahun ini, Festival Likurai Timor digelar pada 22-28 Juli 2018 di Belu. Ribuan penari Likurai akan menari bersama di Bukit Fulan Fehan, Belu, dalam festival ini.


3. Tour de Flores

tour de flores
Tour de Flores. (foto: flores tourism)

Penyuka olahraga bersepeda pantang melewatkan ajang Tour de Flores. Kejuaraan ini bahkan sudah menjadi bagian dari Tur Asia UCI. Tahun ini, Tour de Flores digelar pada 1-7 November 2018. Tak hanya wisatawan dalam negeri, ajang ini akan mendatangkan banyak pengunjung dari mancanegara.

Rute balap sepeda Tour de Flores akan dimulai dari Larantuka di Flores Timur hingga Labuan Bajo di Manggarai Barat dengan rute sepanjang 743 km. Keseluruhannya dibagi dalam 5 etape.

Bagaimana, siap menjelajah NTT di tahun ini? Pastikan kamu datang ke festival tersbeut ya. (dwi)

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan