Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Olahraga Berita

Jan Olde Riekerink Ungkap Situasi Sulit dan Menyedihkan Dewa United Banten FC Sebelum Tahan Imbang Persija 1-1

Frengky Aruan - Senin, 16 Maret 2026

MerahPutih.com - Pelatih Dewa United Banten FC, Jan Olde Riekerink menceritakan situasi sulit dan meyedihkan yang dirasakan timnya sebelum pertandingan dengan Persija Jakarta di Jakarta International Stadium (JIS), Minggu (15/3) malam.

Hal ini terkait laga leg kedua perempat final AFC Challenge League melawan Manila Digger di Sport Centre Kelapa Dua Tangerang, 12 Maret.

Dalam laga tersebut, Banten Warriors hanya memeroleh hasil imbang 2-2. Hasil itu tidak cukup membuat mereka lolos ke semifinal, mengingat di leg pertama kalah 0-1 di Manila.

Kenyataan itu membuat Dewa United Banten FC merasakan kesedihan seperti yang disampaikan Jan. Sang pelatih juga menjelaskan situasi sulit yang dihadapi tim, mengingat jarak pertandingan yang pendek.

“Olahraga tidak selalu sesederhana apa yang terlihat. Di balik sebuah pertandingan, selalu ada latar belakang dan cerita yang menyertainya. Kami datang dari situasi yang cukup menyedihkan dan mengecewakan setelah gagal lolos sebelumnya,” ujarnya.

Baca juga:

Paham Kekecewaan Suporter Usai Hasil Imbang 1-1 Vs Dewa United, Pelatih Persija Mauricio Souza Singgung Perfoma Persija

Dewa United hanya punya waktu terbatas untuk menghadapi Persija.

“Kami hanya memiliki waktu dua hari untuk melakukan persiapan. Pada hari pertama kami bahkan tidak bisa berlatih, dan baru pada hari berikutnya kami dapat membahas tentang Persija. Bagaimana cara mereka bermain serta di mana peluang yang bisa kami manfaatkan, sekaligus mencoba menerapkannya dalam sesi latihan,” lanjutnya.

Dalam situasi tersebut, ia menilai kemampuan tim untuk bangkit secara mental menjadi hal yang paling penting. Banten Warriors menahan imbang Macan Kemayoran 1-1.

“Menurut saya, mampu bangkit hanya dalam tiga hari bukanlah hal yang mudah. Kekecewaan tentu ada, terutama dirasakan oleh para pemain. Namun mereka harus mampu menghadapi situasi tersebut dan kembali berdiri," terangnya.

"Bagi kami, hal itu bahkan lebih penting daripada hasil imbang 1-1, yaitu fleksibilitas dan semangat tim. Dalam momen seperti ini, Anda harus menunjukkan seberapa kuat semangat kebersamaan dalam tim, dan saya rasa para pemain telah melakukannya,” sambungnya.

Jan juga menilai para pemainnya mampu menjalankan rencana permainan dengan baik di tengah keterbatasan waktu persiapan.

“Saya menilai kami memainkan pertandingan yang sangat baik. Kami memiliki keberanian untuk tetap memainkan sepak bola kami. Kami mengetahui di mana letak kelemahan lawan," jelasnya.

"Kami juga tahu bahwa Noah akan memiliki ruang di sisi lapangan karena Persija memainkan bek kanan yang sangat ofensif. Kami sebenarnya bisa memanfaatkan situasi itu lebih banyak lagi, tetapi sekali lagi, kami hanya memiliki dua hari untuk mempersiapkan diri. Meski begitu, kami terus mencoba menyerang dari sisi tersebut dan saya rasa kami cukup berbahaya," tambahnya. (*)

Baca Artikel Asli