Merahputih.com - Jaecoo resmi meluncurkan program kolaboratif J5 EV Co-Creation pada ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 di JIExpo Kemayoran, Kamis (5/2) guna melibatkan konsumen secara langsung dalam merancang arah pengembangan mobil listrik terbaru.
Inisiatif strategis ini bertujuan menyerap aspirasi pasar Indonesia sekaligus memperkuat posisi Jaecoo sebagai pionir teknologi elektrifikasi yang adaptif.
Baca juga:
Kemenperin Berharap IIMS Percepat Pemulihan dan Perkuat Fondasi Industri Otomotif
Kolaborasi Konsumen dan Inovasi J5 EV
Program J5 EV Co-Creation menjadi daya tarik utama di booth Jaecoo, di mana pengunjung dapat memberikan masukan teknis maupun estetika untuk pengembangan Jaecoo J5 EV. Setidaknya, ada dua konsep desain modifikasi sebagai pemantik inspirasi bagi para calon pembeli.
"Melalui program Jaecoo Co-Creation, kami ingin mendengarkan masukan konsumen secara langsung sebagai dasar pengembangan J5 EV agar produk kami semakin relevan dan benar-benar berasal dari konsumen untuk konsumen," ujar Head of Marketing Jaecoo Indonesia, Ilham Pratama.
Rekor Penjualan dan Transformasi Teknologi AI
Antusiasme masyarakat terhadap lini produk Jaecoo terbukti sangat tinggi. Business Unit Director Jaecoo Indonesia, Jim Ma, mengungkapkan bahwa Jaecoo J5 EV mencatatkan angka pemesanan yang fantastis dalam waktu singkat.
“Sejak diperkenalkan, respons terhadap J5 EV sangat fenomenal dengan perolehan lebih dari 2.000 SPK hanya dalam dua hari," ungkap Jim Ma.
Baca juga:
IIMS 2026 Hadirkan Outdoor Electric Karting Terbesar di Indonesia, Gratis untuk Pengunjung
Kesuksesan ini sejalan dengan performa impresif Chery Group di kancah global. President Director Chery Group Indonesia, Zheng Shuo, menjelaskan bahwa Jaecoo tengah bertransformasi menjadi entitas teknologi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence).
“Pada 2025, kami telah mencapai penjualan global sebanyak 28 juta unit kendaraan dan melayani 18 juta pelanggan di seluruh dunia. Penjualan kami telah melampaui 900 ribu unit dengan pertumbuhan 54 persen," papar Zheng Shuo.
Ia juga menambahkan bahwa penerapan robot AiMOGA di lebih dari 30 negara menjadi bukti nyata transformasi perusahaan menjadi perusahaan teknologi AI global.