Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Intip Rencana Besar KAI untuk Stasiun Gambir

Wisnu Cipto - Jumat, 03 Juli 2026

MerahPutih.com - PT Kereta Api Indonesia (KAI) merancang pengembangan besar untuk Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, dengan konsep hospitality dan leisure.

Arah pengembangan ini bertujuan menjadikan Gambir bukan sekadar stasiun keberangkatan kereta jarak jauh, melainkan pusat gaya hidup modern yang terintegrasi dengan kawasan Monas dan pusat kota.

Baca juga:

Stasiun Gambir Diperluas, Terkoneksi KRL, LRT hingga Kereta Cepat Whoosh

Gambir sebagai Lifestyle Hub

Dalam keterangannya kepada media, Jumat (3/7), Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menegaskan posisi strategis Gambir sebagai pintu masuk utama Jakarta.

Kajian bisnis KAI mengusung konsep New Gambir sebagai Modern Station & Lifestyle Hub, dengan fasilitas retail, kuliner, lounge, hotel, rooftop park, ruang publik, serta ruang MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition).

Kami arahkan sebagai ruang hospitality dan leisure agar pelanggan dapat menunggu perjalanan dengan nyaman, makan, berbelanja, mengakses layanan perjalanan, serta melanjutkan aktivitas ke pusat kota,

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba

Data Mobilitas dan Potensi Ekonomi Stasiun Gambir

Saat ini, Gambir telah menjadi pusat aktivitas ekonomi yang hidup dengan memiliki 132 titik komersial aktif, terdiri dari 67 space dan 65 open space. Tenant yang hadir mencakup kuliner, kedai kopi, minimarket, toko oleh-oleh, lounge, hotel transit, hingga vending machine.

Data KAI mencatat Gambir melayani 5,7 juta pelanggan pada 2022, meningkat menjadi 6,53 juta pada 2023 (tumbuh 13,39%). Tahun 2025, jumlah pelanggan mencapai 6,1 juta atau rata-rata 16.700 per hari. Semester I 2026, Gambir sudah melayani 3,22 juta pelanggan.

Baca juga:

KAI Antar Wisatawan Mancanegara Taklukkan Destinasi Favorit di Jawa-Sumatera, Stasiun Gambir Jadi Paling Ramai

Dari sisi tenaga kerja, 67 space aktif saat ini menyerap sekitar 134–201 pekerja langsung. Dengan pengembangan baru seluas 15.479 m² untuk ritel dan 3.756 m² untuk hotel serta ruang pertemuan, potensi tenaga kerja bisa mencapai 500–1.000 orang.

“Optimalisasi Gambir kami arahkan agar aset stasiun bekerja lebih produktif. Pelanggan mendapat pengalaman yang lebih nyaman, mitra usaha mendapat ruang tumbuh, tenaga kerja terserap, dan kawasan sekitar Monas semakin hidup dengan aktivitas yang tertata,” tandas Anne. (Asp)

Baca Artikel Asli