Merahputih.com - Lampu sorot Stadion Giuseppe Meazza bersiap menyala lebih terang pada Minggu (15/2) dini hari nanti. Udara Milan yang dingin dipastikan memanas saat bus Juventus tiba untuk menantang sang pemuncak klasemen, Inter Milan.
Bukan sekadar perebutan tiga poin, laga bertajuk Derby d'Italia ini adalah panggung drama di mana sejarah hingga ambisi perebutan Scudetto melebur menjadi satu. Bagi publik tuan rumah, ini adalah momentum pembuktian bahwa singgasana klasemen bukan sekadar titipan. Sementara bagi tim tamu, ini adalah misi merusak pesta sekaligus mengamankan tiket menuju panggung Liga Champions.
Ujian Mental Sang Pemuncak Klasemen
Inter Milan sedang dalam tekanan hebat dari rival sekota, AC Milan, dalam perburuan gelar juara. Catatan musim ini menunjukkan bahwa Nerazzurri kerap kehilangan taji saat berhadapan dengan lawan-lawan besar.
Luka lama pun belum sepenuhnya sembuh; pada pertemuan September lalu, Juventus berhasil mempecundangi Inter dengan skor dramatis 4-3 lewat gol Vasilije Adzic.
Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, mengakui tantangan berat yang dihadapi skuad asuhannya.
"Pertandingan melawan Juventus selalu menuntut konsentrasi ekstra. Kehilangan pemain kunci seperti Hakan Calhanoglu dan Denzel Dumfries tentu berdampak, namun tim ini memiliki kedalaman untuk tetap bertarung di level tertinggi," ujar Chivu dalam konferensi pers jelang laga.
Nyonya Tua yang Gemar Memberi Kejutan
Di kubu seberang, Juventus datang dengan kepercayaan diri meski kehilangan pilar lini depan seperti Dusan Vlahovic dan Arkadiusz Milik.
Luciano Spalletti diprediksi akan mengandalkan kecepatan Kenan Yildiz dan ketajaman Jonathan David untuk membongkar pertahanan lawan.
Statistik mencatat Juventus adalah tim yang paling sering mengoleksi kartu saat melawan Inter, menandakan betapa kerasnya benturan fisik yang akan terjadi nanti.
"Sejarah mencatat dominasi Juventus dalam Derby d'Italia, tapi sejarah tidak bermain di lapangan besok. Fokus utama adalah menjaga stabilitas permainan dan meminimalkan kesalahan sekecil apa pun," ungkapnya.
Head to Head
Marcus dan Khephren Thuram (Tribuna)
- Juventus 4-3 Inter (Serie A 2025)
- Juventus 1-0 Inter (Serie A 2025)
- Inter 4-4 Juventus (Serie A 2024)
- Inter 1-0 Juventus (Serie A 2024)
- Juventus 1-1 Inter (Serie A 2023)
Statistik
- Sejak 1929/1930, Derby d'Italia sudah memainkan 227 laga di seluruh kompetisi dengan 105 kemenangan Juventus, 64 kemenangan Inter, dan 58 laga berakhir imbang.
- Juventus hanya sekali kalah dari 12 laga terakhir melawan Inter kala laga dimainkan pada Sabtu.
- Kenan Yildiz dapat menjadi pemain pertama Juventus yang mencetak setidaknya sembilan gol di Serie A dalam semusim, sebelum berusia 21 tahun sejak Roberto Bettega (13 gol pada 1970/1971).
- Jonathan David telah terlibat enam gol pada enam laga liga terakhir, menorehkan empat gol dan memberikan dua assists.
- Melawan Inter, Juventus paling sering mengoleksi kartu di Serie A pada era tiga poin dengan 159 kartu.
Prediksi Susunan Pemain
Inter Milan (3-5-2): Yann Sommer; Yann Aurel Bisseck, Manuel Akanji, Alessandro Bastoni; Lucas Henrique, Petar Sucic, Piotr Zielinski, Henrikh Mkhitaryan, Federico Dimarco; Marcus Thuram, Lautaro Martinez
Pelatih: Cristian Chivu
Juventus (4-2-3-1): Michele Di Gregorio; Pierre Kalulu, Gleison Bremer, Lloyd Kelly, Andrea Cambiaso; Manuel Locatelli, Khephren Thuram; Francisco Conceicao, Weston McKennie, Kenan Yildiz; Jonathan David
Pelatih: Luciano Spalletti
Prediksi Skor
Prediksi: Inter Milan 2-2 Juventus
(Bolaskor)