SEKTOR pertanian memainkan peranan krusial dalam kehidupan manusia. Hal itu disebabkan sebagian besar sumber bahan pangan kita berasal dari pertanian. Dalam pengolahan pertanian, ada tantangan yang tidak bisa dihindari, yakni bagaimana mengelola tanaman dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan hidup. Inovasi di bidang life science kemudian coba menjadi solusi untuk hal tersebut.
BACA JUGA:
Head of Leaps Bayer, Jürgen Eckhardt menguraikan fokus pada inovasi di bidang pertanian untuk mengatasi tantangan terbesar manusia salah satunya dengan mengurangi dampak lingkungan dari pertanian. “Selama tujuh
tahun terakhir, kami telah menginvestasikan lebih dari 1,3 miliar euro dalam 50 perusahaan yang diarahkan untuk mengubah paradigma di sektor pertanian,” ujar Eckhardt.
Di bidang pertanian, Bayer membangun kekuatan teknologi baru untuk menciptakan sistem pangan yang berkelanjutan dan tangguh serta membantu petani di seluruh dunia memproduksi lebih banyak dengan sumber daya lebih sedikit sekaligus mengurangi emisi dan menurunkan karbon dari atmosfer. “Investasi R&D Bayer sebesar 2 miliar euro pertahun. Investasi tersebut mampu mendorong inovasi baru yang menghasilkan potensi penjualan sebesar 30 miliar euro dalam dua dekade mendatang di dalam benih dan trait technology, perlindungan tanaman,
dan solusi digital,” urai Rodrigo Santos, Member of the Board of Bayer AG and President
of the Crop Science division.
Dengan teknologi RNAi produk biotek jagung pertama yang dapat melindungi tanaman dari serangan ulat akar jagung, petani dapat mengendalikan hama dan menghemat biaya sekitar 1 miliar euro per tahun untuk
kerusakan tanaman sekaligus mengurangi kebutuhan akan perlindungan tanaman. Jagung bertubuh pendek akan diluncurkan sebagai bagian dari Sistem Jagung Cerdas Bayer (Smart Corn System Bayer) pada tahun 2023.
mengenalkan teknologi generasi berikutnya yang dapat mengukur dan melacak dampak dari praktik pertanian.