MerahPutih.com - Berembus kabar nama Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti akan dipasangkan dengan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi dalam ajang Pilgub Jawa Barat 2018.
Menanggapi hal tersebut, Dedi Mulyadi tak mengiyakan isu itu. Namun ia memuji sosok Susi. Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat itu menyebut Susi merupakan sosok pemimpin wanita yang tegar dan berani, serta dapat memberikan warna di Pilkada Jawa Barat.
"Kalau Bu Susi seorang pemimpin sehingga branding perempuan Sundanya sangat berubah. Biasanya lembut, sering nangis, hari ini menjadi perempuan yang tegar, berani, lugas, dan terbuka, sehingga disebutnya nama Bu Susi itu memberikan warna bagi proses politik di Jawa Barat di mana figur wanitanya menjadi figur presentasikan kepemimpinan," kata Dedi Mulyadi di Rumah Makan Riung Sunda, Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (18/10).
Leih lanjut, kata Dedi, Susi juga menunjukkan kepada masyarakat sebagai sosok pemimpin wanita Sunda modern.
"Ibu Susi saya sampaikan sejak awal dia menjadi menteri adalah sosok yang merepresentasikan wanita Sunda kekinian, selain ada Ceu Popong dengan gayanya yang lebih gaya-gaya seorang ibu," bebernya.
Namun ketika ditanya oleh wartawan apakah dirinya setuju jika dipasangkan dengan Susi, Dedi enggan berkomentar. Ia pun tak masalah jika sosok yang akan disandingkan adalah pria atau pun wanita.
"Ya enggak boleh mengandai-andai. Nanti saja dan enggak boleh melebihi apa yang menjadi keinginan Ketua Umum (Golkar). Ya penginnya orang yang memiliki watak laki-laki, juga pengen juga yang punya watak perempuan. Dua-duanya saya penginin untuk jadi pendamping," kata Dedi.
Untuk itu, budayawan Sunda itu berharap calon yang dipasangkan dengannya adalah sosok yang bisa membantu menunjang kinerja dan menguatkan kepercayaan publik untuk memenangkan di Pilkada Jawa Barat.
"Saya pengin didampingi yang bisa menunjang kinerja saya dan didampingi yang mempercepat, semakin menguatkan kepercayaan publik, didampingi untuk menang," tandasnya. (Asp)
Baca juga berita lainnya dalam artikel: Dedi Mulyadi Dapat Restu Golkar, Siapa Pendampingnya?