Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Hiburan & Gaya Hidup Fun

Ingatan Pertama Kali Garuda Indonesia Mengudara

Ikhsan Aryo Digdo - Rabu, 26 Januari 2022

PESAWAT milik Indonesian Airways bernama Dakota RI-001 Seulawah melakukan penerbangan sipil pertama pada 26 Januari 1949, atau tepat 73 tahun lalu. Indonesia Airways 'nenek moyang' Garuda Indonesia menyewakan kepada pemerintah Burma (kini Myanmar)) melayani rute Kalkuta-Rangon. Awalnya, pesawat jenis Douglas C47 buatan Amerika Serikat itu, dibeli dari hasil urungan Gabungan Saudagar Indonesia Daerah Aceh (Gasida) sekitar SGD 120.000 dan 20 kg emas, atas permintaan Presiden Sukarno, untuk memperkuat pertahanan negara dan mempererat hubungan antarpulau.

Baca Juga:

Seulawah Pesawat Pertama Indonesia, Sumbangan Rakyat Aceh

Tiba di Indonesia Oktober 1948, tugas pertama RI-001 mengantar Wakil Presiden Mohammad Hatta kunjungan kerja ke Sumatera. "Sebulan setelah kedatangannya, pesawat ini telah mengantarkan Wakil Presiden melakukan kunjungan ke Sumatera melalui rute; Maguwo–Jambi-Payakumbuh-Kutarajasa, pulang pergi," tulis catatan resmi TNI Angkatan Udara, dalam artikel Mengenang Pesawat Dakota RI-001 Seulawah. Sebulan kemudian, 6 Desember 1948, Seulawah diterbangkan ke Kalkuta India untuk overhaul dan pemasangan tangki jarak jauh. Proses memakan waktu lebih dari empat pekan dan baru selesai 20 Januari 1949. Imbas Agresi Militer Belanda II memaksa Seulawah menetap di Kalkuta. Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI) akhirnya berinisiatif agar Seulawah tidak menganggur, maka dijadikan penerbangan komersial dan pemerintah Burma menjadi pelanggan pertamanya.

Garuda Indonesia
Garuda Indonesia. (Foto: Antara)

Meski bukan misi pertama RI-001, Garuda Indonesia menetapkan saat “Indonesian Airways” disewakan secara komersial ke Burma melayani rute Kalkuta-Rangon, sebagai sejarah penerbangan sipil Indonesia pertama. Garuda Indonesia pun terus berkembang melayani rute penerbangan ke hampir seluruh dunia, bahkan menjadi sponsor resmi klub besar Liga Primer Inggris Liverpool dari 2012-2016. Sayangnya, maskapai pelat merah itu kini mulai munukik tajam. Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo sampai menyatakan sudah bangkrut secara teknis (technically bankrupt), dengan utang perseroan US$ 9,75 miliar, atau setara Rp 138,93 triliun pada November 2021 lalu. Semoga saja ingatan pertama kali mengudara yang terawat hingga 73 tahun ini dapat membangkitkan 'Garuda-Ku' kembali terbang tinggi. (ikh)

Baca Juga:

DPR Ingin Garuda Indonesia Diselamatkan

Baca Artikel Asli

BERITA TERKAIT