Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Hiburan & Gaya Hidup Fun

Industri Remitansi Butuh Sentuhan Teknologi

Ikhsan Aryo Digdo - Kamis, 05 Agustus 2021

INDUSTRI remitansi dikenal sebagai salah satu sektor dengan regulasi ketat, terutama karena berkaitan dengan perpindahan uang antarnegara. Secara sederhana, remitansi merupakan jasa pengiriman uang baik domestik maupun internasional.

Seiring dengan berjalannya waktu, terutama didorong oleh globalisasi, transaksi pengiriman uang melalui remitansi terus berkembang. Namun, industri remitansi juga membutuhkan sentuhan teknologi demi mempercepat dan mempermudah proses pengiriman uang antarnegara, sambil tetap mempertahankan standar keamanan dan kepatuhan (compliance) sesuai dengan regulasi yang ada.

Baca juga:

Mudah, Tarik Emas Fisik Bisa Lewat Dompet Digital

Selama ini, banyak perusahaan remitansi, baik di dalam maupun di luar negeri, yang membutuhkan waktu lama untuk mendapatkan lisensi operasional. Selain itu, tingginya biaya dari kanal tradisional seperti bank juga menghambat proses pengiriman uang antarnegara.

Teknologi API dan Batch transfer memungkinkan pengiriman uang ke banyak rekening dengan biaya kompetitif. (Foto: Unsplash/Tech Daily)

Oleh karena itu, perlu adanya inovasi baru dalam kegiatan transfer dana di Indonesia. Misalnya dengan adanya kehadiran Perusahaan Fintech yang memiliki izin Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran dari Bank Indonesia agar pengguna percaya dalam menggunakan jasa tersebut.

Kemudian, perusahaan fintech harus memiliki infrastruktur pembayaran otomatis menggunakan application programming interface (API) dan Batch Transfer. Kedua teknologi ini memungkinkan transfer ke banyak rekening dengan lebih mudah dan tentunya biaya yang dikeluarkan lebih kompetitif.

Baca juga:

Yuk Beralih Ke Transaksi Keuangan Digital untuk Cegah virus Corona

Ini berarti, klien dapat melakukan banyak transaksi remitansi secara sekaligus, dan telah dilengkapi dengan sistem pencegahan risiko. Sistem ini ditujukan untuk memitigasi risiko operasional dengan mengenali pola transaksi transfer dana, terutama transaksi yang mencurigakan.

Pengiriman dana secara real-time. (Foto: Unsplash/Tech Daily)

“Kami menawarkan berbagai keunggulan untuk klien, seperti pengiriman dana secara real-time (maksimal hanya dalam lima menit) dan dengan biaya jasa yang flat, yaitu hanya Rp 5 ribu per transaksi," ungkap Mikiko Steven, Direktur dari Instamoney atau PT Syaftraco dalam berita pers yang diterima merahputih.com.

Sejauh ini, salah satu perusahaan Fintech di Indonesia telah memproses lebih dari USD 2 miliar atau Rp 28,6 triliun pengiriman dana setiap tahun. Perusahaan tersebut juga memiliki akses untuk mengirimkan dana ke lebih dari 140 jenis bank yang ada di Indonesia dan bekerjasama dengan banyak perusahaan remitansi berlisensi global untuk mempermudah akses transfer antarnegara. (ikh)

Baca juga:

Dompet Digital Luncurkan Fitur Simpan Kartu

Baca Artikel Asli