Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Indonesia Harus Segera Cari Pasar Baru Untuk Alihkan Barang Dari Pasar Amerika

Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 10 Juli 2025

MerahPutih.com - Amerika Serikat mengenakan tarif impor 32 persen kepada Indonesia, tidak berubah dari nilai "tarif resiprokal" yang diumumkan sebelumnya pada April lalu, meski proses negosiasi dengan pihak Indonesia terus berlangsung intensif.

Presiden Donald Trump merasa bahwa AS harus bertindak mengatasi defisit perdagangan yang mereka alami setelah bertahun-tahun menjalin kerja sama dagang dengan Indonesia.

Ketua Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat (Banggar DPR) Said Abdullah menyarankan agar pemerintah Indonesia harus sesegera mungkin mengupayakan pasar pengganti terhadap beberapa barang ekspor ke Amerika Serikat (AS) yang tidak layak dari sisi Harga.

"Pasar seperti BRICS, Eropa, kawasan Amerika Latin, serta Afrika patut untuk didalami," kata Said dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis (10/7).

Baca juga:

Pemerintah Akui Negosiasi Kebijakan Tarif Impor dengan AS Belum Temui Titik Terang

Ia tak menampik bahwa AS merupakan negara berpenduduk besar dengan daya beli yang sangat besar, sehingga menjadi pasar yang menjanjikan bagi berbagai produk ekspor Indonesia.

Di mana, produk-produk Indonesia seperti tekstil, pakai jadi, alat kaki, peralatan listrik, karet dan produk karet, alat penerangan, ikan, udang, kakao, serta mesin banyak diminati di pasar Negeri Adidaya.

Pemerintah harus memiliki banyak opsi jika tarif 32 persen tetap berlaku mulai 1 Agustus 2025 atau kurang dari sebulan lagi.

Saat ini, data BPS mencatatkan neraca dagang Indonesia dengan AS mencatat surplus USD 6,42 miliar atau sekitar Rp 104,9 triliun dengan kurs Rp 16.350 per dolar AS. (*)

Baca Artikel Asli