Merahputih.com - Laju IHSG hari ini harus rela ditutup melemah ke level 6.241,89 lantaran terseret sentimen negatif dari bursa saham Asia.
Lesunya pergerakan indeks bursa kebanggaan kita ini banyak dipengaruhi oleh sikap wait and see para investor terkait pertemuan krusial antara Donald Trump dan Xi Jinping.
Penurunan atau IHSG ditutup melemah menjelang libur akhir pekan memang sering terjadi, apalagi penyebab IHSG turun kali ini dibayangi oleh ketidakpastian kondisi global yang bikin pasar modal ketar-ketir.
Baca juga:
IHSG Hari Ini Anjlok Parah! Faktor Global dan Ekonomi Lesu Jadi Biang Keroknya
Bukan cuma soal lobi-lobi bursa saham Asia, lonjakan harga minyak mentah dan keras kepala The Fed yang menahan suku bunga tinggi bikin proyeksi saham ke depan makin menantang.
Jelang akhir pekan ini, IHSG dan bursa regional Asia cenderung melemah. Pelaku pasar tampaknya terus memantau negosiasi AS dan China yang dapat membuka jalan bagi perjanjian perdagangan baru,
Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus
Biar kamu nggak gagal paham, mari kita bedah satu per satu sentimen apa saja yang bikin bursa saham hari ini loyo.
Drama Geopolitik dan Suku Bunga Bikin Pasar Ketar-ketir

Kalau kita intip dari kacamata global, ada beberapa pemicu utama yang bikin investor mikir dua kali buat belanja saham. Pertama, pertemuan petinggi AS dan China di Washington yang fokus ngebahas soal kecerdasan buatan (AI) hingga urusan sensitif kemerdekaan Taiwan.
Kedua, urusan Timur Tengah yang makin panas. Militan Houthi baru saja meluncurkan rudal ke kota-kota Arab Saudi (Yanbu dan Taif).
Meski ada wacana damai bertahap antara AS dan Iran soal pembukaan Selat Hormuz, pasar telanjur khawatir soal tingginya harga minyak dunia yang bisa mengerek angka inflasi.
Di sisi lain, bos-bos The Fed (bank sentral AS) sepertinya belum mau berbaik hati. John Williams dari New York Fed dan Anna Paulson dari Philadelphia Fed kompak ngasih sinyal kalau perjuangan ngelawan inflasi belum selesai. Artinya? Suku bunga bakal tetap tinggi dalam waktu yang lebih lama.
Sentimen Dalam Negeri Bikin Investor 'Wait and See'
Dari dalam negeri, volatilitas harga minyak mentah dunia jadi PR besar karena bisa membebani postur fiskal negara kita.
Selain itu, kehati-hatian investor juga makin tebal karena mereka nunggu rilis data ekonomi krusial pekan depan, yakni neraca perdagangan bulan Agustus 2026 dan angka inflasi September 2026.
Alhasil, IHSG yang sudah memerah sejak pembukaan sesi pertama, gagal comeback dan terus terjebak di zona negatif sampai peluit penutupan perdagangan sesi kedua dibunyikan. Indeks LQ45 juga ikut terseret turun 0,34 persen ke posisi 621,11.
Rapor Sektor Saham: Daftar Top Gainers dan Top Losers
Kalau melihat pergerakan sektoral (IDX-IC), semua sebelas sektor serempak tiarap. Sektor industri jadi yang paling boncos dengan penurunan 2,30 persen, disusul infrastruktur turun 2,03 persen, dan properti minus 1,34 persen.
Meski market lagi lesu, selalu ada saham yang ngasih kejutan. Berikut rapor perdagangan hari ini:
-
Saham Paling Cuan (Top Gainers): MBTO, SHID, TRUK, FORU, dan UVCR.
-
Saham Paling Boncos (Top Losers): CTTH, NASI, NATO, KIOS, dan KOKA.
-
Statistik Perdagangan: Terjadi 1,58 juta kali transaksi dengan volume 26,20 miliar lembar saham senilai Rp9,37 triliun. Rinciannya: 122 saham naik, 587 saham anjlok, dan 254 saham anteng (stagnan).
Baca juga:
Pergerakan Bursa Saham Asia Sore Ini
Sebagai pembanding, ini dia rapor penutupan beberapa bursa utama di kawasan Asia hari ini:
-
Nikkei (Jepang): Menguat tipis 1,45% ke level 66.466,00.
-
Straits Times (Singapura): Menghijau 0,51% ke posisi 5.712,24.
-
Shanghai (China): Melemah 1,22% ke 3.888,37.
-
Hang Seng (Hong Kong): Turun 1,01% ke level 24.510,09.
-
Kuala Lumpur (Malaysia): Terkoreksi 0,04% ke posisi 1.671,62.