Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

IHSG Hari Ini Dibuka Loyo, Tarik-Ulur Subsidi APBN 2027 dan Suku Bunga Global Bikin Market 'Wait and See'

Angga Yudha Pratama - Kamis, 01 Oktober 2026

Merahputih.com - Prediksi IHSG hari ini di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Kamis (1/10) diperkirakan bakal cenderung jalan di tempat alias sideways karena pelaku pasar sedang memantau rilis data ekonomi terbaru.

Kondisi ini menuntut para investor saham untuk bersikap wait and see merespons lonjakan inflasi domestik dan manuver ekonomi Amerika Serikat yang sangat memengaruhi arah tren pasar modal.

Baca juga:

IHSG Hari Ini Merah Padam Meski Rupiah Menguat, Ada Apa Sebenarnya?

Membuka sesi perdagangan, laju IHSG terpantau sedikit tersandung, melemah tipis 8,25 poin (0,14%) ke posisi 6.062,89. Tren koreksi ini tak luput menyeret deretan saham unggulan LQ45 yang ikut tergelincir 2,09 poin (0,35%) ke angka 599,09.

Menurunnya gairah beli di Bursa Efek Indonesia sebenarnya cukup wajar, mengingat sentimen global yang masih fluktuatif sehingga pergerakan saham hari Kamis butuh dorongan katalis segar untuk kembali meroket ke zona hijau.

Diperkirakan IHSG masih konsolidasi pada kisaran 6.000-6.200 pada perdagangan Kamis,

Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim.

Tekanan Global: Obligasi AS Meroket, Pasar Menunggu Data Manufaktur

Dari kancah internasional, mata investor tertuju pada serangkaian data ekonomi Amerika Serikat. Sentimen ini makin tegang gara-gara imbal hasil obligasi pemerintah AS (US Treasury yield) menembus level tertinggi dalam beberapa dekade terakhir, yang berisiko mengerek biaya pinjaman secara drastis.

Berikut beberapa indikator penting dari Paman Sam yang jadi sorotan pasar:

  • Indeks Personal Consumption Expenditures (PCE): Naik perlahan ke angka 0,3% secara bulanan (mtm) dan 3,4% secara tahunan (yoy) di bulan Agustus 2026. Angka ini sedikit lebih rendah dari ekspektasi pasar yang berada di 0,4% (mtm) dan 3,7% (yoy).

  • PCE Inti AS: Mencatatkan kenaikan 0,2% (mtm) dan 3% (yoy) pada Agustus 2026, yang juga masih di bawah konsensus awal.

  • PDB & Tenaga Kerja: Estimasi pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) riil AS kuartal II-2026 dikerek naik jadi 2,2%. Laporan ADP sektor swasta juga menunjukkan tambahan 90.000 lapangan kerja baru selama September 2026.

Selanjutnya investor menantikan data indeks ISM Manufacturing AS yang diperkirakan naik pada level 55 pada bulan September 2026 dari level 54,6,

tambah Ratna.

Sentimen Domestik: Inflasi, Manufaktur, dan Subsidi Energi APBN 2027

Beralih ke dalam negeri, penggerak utama pasar hari ini adalah rilis data inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) September 2026.

Berdasarkan konsensus, inflasi diproyeksikan merangkak naik ke 0,31% (mtm), membawa inflasi tahunan menembus 3,3% (yoy). Inflasi inti pun diprediksi ikut memanas ke level 3% (yoy).

Selain inflasi, ada beberapa data domestik krusial yang mewarnai bursa:

  • Neraca Perdagangan: Surplus diprediksi menebal menjadi 0,6 miliar dolar AS pada Agustus 2026.

  • Ekspor-Impor: Pertumbuhan ekspor agak melambat di angka 4,2% (yoy), tetapi angka impor justru melesat tajam tumbuh 31,7% (yoy).

  • Geliat Manufaktur: Indeks S&P Global Manufacturing PMI Indonesia diramal kembali ke zona ekspansif, naik dari 49,8 menjadi 50,3 pada September 2026.

  • Efek APBN 2027: Pemerintah dan DPR baru saja meresmikan anggaran subsidi energi senilai Rp261,5 triliun, turun tipis dari rancangan awal. Jika harga minyak mentah global terus melonjak hingga tahun depan, hal ini berisiko menahan laju inflasi domestik di level tinggi dan berdampak langsung ke emiten consumer serta energi.

Rapor Global: Wall Street dan Eropa Kompak Merah

Pergerakan bursa global menutup akhir bulan dengan rapor yang kurang sedap. Pada perdagangan Rabu (30/09) waktu setempat, indeks saham utama Eropa rontok secara beruntun: Euro Stoxx 50 (-0,83%), FTSE 100 Inggris (-0,29%), DAX Jerman (-0,79%), dan CAC 40 Prancis (-0,89%).

Baca juga:

Prediksi IHSG Hari Ini: Investor Wajib Hati-hati Ambil Posisi Jelang Penutupan Kuartal III 2026

Bursa Wall Street juga senasib, di mana S&P 500 tergelincir 0,25% dan Dow Jones anjlok 0,86%. Hanya indeks padat teknologi, Nasdaq Composite, yang sukses selamat dengan penguatan tipis 0,24%.

Sementara itu, pembukaan bursa Asia pagi ini menunjukkan gerak yang lebih bervariasi. Indeks Nikkei melesat 2,51% dan Shanghai menghijau 0,31%, kontras dengan Kospi dan Straits Times yang terpaksa menelan koreksi minor.

Baca Artikel Asli