MerahPutih.com - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk merealisasikan pembayaran dividen interim tahun buku 2026 sebesar Rp 66 per saham atau sekitar Rp 6,16 triliun pada Jumat (2/10), bertepatan dengan HUT ke-28 perseroan.
Pembayaran dividen interim yang bertepatan dengan HUT ke-28 Bank Mandiri menjadi momen bagi kami untuk mengapresiasi kepercayaan para pemegang saham, termasuk investor ritel,
ujar Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri Novita Widya Anggraini.
Pada usia ke-28 ini, perseroan menginginkan pertumbuhan yang terus memberikan hasil yang dirasakan oleh seluruh masyarakat sekaligus memperkuat kepercayaan terhadap Bank Mandiri.
Semangat ‘Tumbuh Bersama Majukan Indonesia’ kami wujudkan dengan menjaga kinerja, meningkatkan layanan bagi nasabah, dan memperluas kontribusi bagi perekonomian nasional dan wujud apresiasi kepada para pemegang saham,
kata Novita.
Baca juga:
Bank Mandiri Buka Blokir Rekening Donasi AMPB Milik Supriyono alias Botok
Keputusan pembagian dividen, tegas ia, mencerminkan keyakinan manajemen terhadap fundamental dan prospek bisnis Bank Mandiri yang tetap kuat, didukung oleh kinerja intermediasi yang solid.
Dengan pembayaran ini, maka total dividen Bank Mandiri sepanjang kalender 2026 mencapai sekitar Rp 50,63 triliun. Jumlah tersebut terdiri atas dividen tahun buku 2025 sebesar Rp 44,47 triliun dan dividen interim tahun buku 2026 sebesar Rp 6,16 triliun.
Bank Mandir mencatatkan, hingga Agustus 2026, penyaluran kredit secara bank only tumbuh 17,6 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp 1.592 triliun. Pertumbuhan kredit tersebut ditopang dana pihak ketiga (DPK) yang meningkat 17,6 persen (yoy) menjadi Rp 1.687 triliun.
Total aset mencapai Rp 2.358 triliun atau tumbuh 20,7 persen (yoy), sedangkan laba bersih meningkat 22,3 persen (yoy) menjadi Rp 37,5 triliun dengan rasio non-performing loan (NPL) gross sebesar 1,00 persen dengan coverage to NPL mencapai 240,6 persen.