Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Hiburan & Gaya Hidup ShowBiz

Terinspirasi Dinamika Isu Perpajakan, Heruwa Shaggydog dan Ole Rilis Lagu Satir 'Dipajak!'

Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 02 Juli 2026

MerahPutih.com - Perbincangan mengenai kebijakan ekonomi dan isu perpajakan yang belakangan ramai di tengah masyarakat menjadi sumber inspirasi bagi vokalis Shaggydog, Heru Wahyono atau Heruwa.

Bersama musisi Ole (almarhum), Heruwa menghadirkan single kolaborasi berjudul Dipajak!, sebuah karya yang lahir sebagai refleksi atas berbagai dinamika sosial yang berkembang.

Proses kreatif lagu ini berawal dari serangkaian diskusi panjang yang dilakukan Heruwa, Ole, dan rekan-rekan mereka.

Dalam berbagai perbincangan tersebut, mereka menyoroti beragam kebijakan serta wacana perpajakan yang sempat menjadi bahan perdebatan publik sepanjang tahun lalu.

Dari keresahan, pertukaran gagasan, hingga obrolan santai itulah lahir Dipajak!, sebuah lagu yang berusaha merekam fenomena tersebut melalui sudut pandang yang ringan dan apa adanya.

Baca juga:

TULUS Rilis Lagu Baru 'Teh Hijau', Hadirkan Nuansa Ceria dengan Makna Mendalam

Kritik Sosial yang Dikemas dengan Humor

Melalui lirik "Dimana bumi dipijak, disitu kita dipajak," Heruwa dan Ole menyajikan potret kehidupan masyarakat dengan pendekatan yang santai, jenaka, sekaligus penuh sindiran.

Alih-alih menyampaikan kritik secara frontal, keduanya memilih membungkus pesan tersebut dalam lirik yang kasual dengan sentuhan humor.

Membayar pajak adalah bagian dari komitmen kita bersama untuk membangun bangsa dan menjalankan roda peradaban. Namun, sebagai seniman, kami juga melihat bagaimana dinamika diskusi di masyarakat sangat menarik untuk diabadikan ke dalam sebuah karya musik,

Heruwa Shaggydog.

Perpaduan Funk, Soul, Rock, hingga Brass Section

Dari sisi musikal, Dipajak! menawarkan perpaduan berbagai warna musik dalam balutan genre fusion.

Aransemen lagu ini memadukan ritme funk, karakter vokal yang soulful, serta sentuhan rock yang memperkuat energinya. Kehadiran brass section turut menghadirkan nuansa yang dinamis, sehingga lagu ini terdengar ceria sekaligus mengajak pendengar untuk ikut bergoyang.

Dalam proses produksinya, Heruwa menggandeng sejumlah musisi yang telah lama berada di lingkaran kreatifnya.

Mereka adalah Dino "Kimpling" (gitaris Hennessey), Henry (bassis Morning Horny), Anggri "Simbah" (drummer The Everyday Band), Angga dan Herbin (trombone serta saxophone The Brass Dawgz/Shaggydog), serta Ferry Kurniawan yang mengisi permainan hammond dan piano sekaligus menangani proses mixing dan mastering.

Baca juga:

Roni Joni, Rycko Ria, dan Naomi Ivo Rilis 'Dopamine (Bukan Haluuu)', Angkat Kisah Jatuh Cinta dalam Balutan HipDut

Sementara itu, proses rekaman dikerjakan di Milli Sayidan bersama sound engineer Shaggydog, Bagong.

Menutup penjelasannya, Heruwa menegaskan bahwa lagu ini bukan sekadar membahas pajak, melainkan juga menggambarkan bagaimana masyarakat beradaptasi dengan berbagai perubahan yang terjadi.

Lagu ini adalah potret kemanusiaan tentang bagaimana kita semua bersama-sama beradaptasi,

Heruwa Shaggydog.

(Far)

Baca Artikel Asli