Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Hasil Cek Kesehatan Gratis, 2,95 Juta Orang Alami Gangguan Mata, Bisa Alami Kebutaan

Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 13 Oktober 2026

MerahPutih.com - Sekitar 2,95 juta orang dari 23,35 juta peserta Cek Kesehatan Gratis (CKG) pada 2025-2026, atau hampir 10 persen memiliki didiagnosa mengalami gangguan mata.

Ketua Umum Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI) dr. Budu mengatakan banyak dari orang-orang itu tidak menyadari bahwa dirinya punya gangguan penglihatan, dan menunda tindak lanjut hingga terlambat atau buta permanen.

3,0 persen prevalensi kebutaan itu pada usia di atas 50 tahun, 81,2 persen itu oleh karena katarak,

kata Budu.

Survei Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa 600-650 ribu kebutaan terjadi karena katarak. Oleh karena itu, Pemerintah pun berupaya memperkuat skrining secara nasional guna mencegah hal tersebut.

Baca juga:

Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis

Persoalan kesehatan mata bukan hanya tentang penglihatan, namun hal itu dapat memengaruhi ekonomi dan kehidupan sosial.

Dihitung oleh International Agency for Prevention Blindness itu bahwa ada 411 juta USD itu miliar ya, produktivitas kita, akan hilang. Bahkan jika dihitung per hari itu akan hilang 1,1 miliar USD,

katanya.

Kemudian, risiko kecelakaan akibat gangguan kesehatan mata 2,6 kali lebih tinggi.

"Ketiga, adalah mempertaruhkan masa depan anak-anak kita adanya gangguan penglihatan maka peluang menempuh pendidikan itu itu turun menjadi lebih rendah 5 kali lebih kecil dibanding anak-anak dengan penglihatan baik," katanya.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, tegas ia, ingin meningkatkan angka harapan hidup Indonesia. Untuk mencapai itu, perlu kesiapan memberantas kebutaan, seperti dengan memfasilitasi operasi katarak bagi lansia.

"Penyebab utama kebutaan atau penyebab utama gangguan penglihatan itu sesungguhnya pada awalnya sangat mudah ditangani sangat mudah dicegah," kata Budu.

Secara global, sebanyak 510 juta orang memiliki refraksi dekat tak terkoreksi. Kemudian, sebanyak 161 juta orang memiliki refraksi jauh tak terkoreksi. Selain itu, 100 juta orang memiliki katarak yang belum dioperasi.

PERDAMI menyoroti penyebab-penyebab lain seperti degenerasi makula (8,1 juta), glaukoma (7,8 juta), dan retinopati diabetik (4,4 juta).

Baca Artikel Asli