Mereahputih.com - Gemuruh publik De Kuip mendadak senyap saat papan skor berubah menjelang peluit panjang berbunyi.
Keangkuhan taktik total football Belanda runtuh seketika akibat serangan balik kilat Aljazair. Laga persahabatan internasional ini justru menjadi panggung pembuktian Aljazair menciptakan kejutan besar membungkam tuan rumah Belanda dengan skor tipis 1-0.
Baca juga:
Wabah Ebola Bikin Kacau Persiapan Piala Dunia 2026, Laga RD Kongo vs Chili Resmi Dibatalkan
Kemenangan emosional ini menjadi modal berharga Aljazair sebelum mengarungi putaran final Piala Dunia 2026 mendatang. Tim perwakilan Afrika tersebut tergabung dalam grup berat bersama Argentina, Yordania, dan Austria di Grup J.
Sebaliknya, kekalahan memalukan ini memaksa Belanda segera berbenah sebelum menghadapi laga uji coba berikutnya kontra Uzbekistan.
Keperkasaan Anak Zidane di Bawah Mistar
Sejak menit pertama, tim Oranje terus mengurung lini pertahanan tim tamu. Penyerang Donyell Malen berulang kali melepaskan tembakan berbahaya ke arah gawang Aljazair.
Gelandang AC Milan Tijjani Reijnders sempat menggetarkan jala gawang lawan, namun wasit menganulir gol tersebut karena posisi offside.
Gempuran bertubi-tubi anak asuh Ronald Koeman terus berlanjut melalui aksi Ryan Gravenberch.
Beruntung, kiper Aljazair Luca Zidane tampil gemilang menghalau bola-bola sulit sepanjang babak pertama. Skor kacamata bertahan hingga turun minum.
Hukum Karma Menit Akhir Pertandingan
Memasuki paruh kedua, jalannya pertandingan tidak banyak berubah. Belanda tetap mendominasi penguasaan bola, sementara Aljazair sesekali mencuri peluang lewat tendangan Ibrahim Maza.
Reijnders kembali mengancam lewat tendangan voli, tetapi bola bergulir menyamping dari tiang gawang.
Baca juga:
Ebola Intai Piala Dunia 2026, AS Wajibkan Tes Kesehatan Penumpang Internasional di Semua Bandara
Justin Kluivert ikut meneror pertahanan Aljazair, namun eksekusi penyelesaian akhir masih melambung jauh. Terlalu asyik menyerang membuat lini belakang Belanda lengah.
Malapetaka datang menit ke-86 ketika Anis Hadj Moussa berhasil memanfaatkan celah pertahanan dan menceploskan gol penentu kemenangan Aljazair.