Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Olahraga

Daftar Harga Pangan Selasa 8 Juli 2026: Cabai dan Telur Kompak Meroket

Angga Yudha Pratama - Rabu, 08 Juli 2026

Merahputih.com - Harga komoditas pangan hari ini, Selasa 8 Juli 2026 menunjukkan tren lonjakan cukup signifikan, memaksa konsumen memutar otak mengatur ulang anggaran belanja bulanan.

Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional kelolaan Bank Indonesia merilis data terbaru mengenai pergerakan nilai jual kebutuhan pokok secara nasional.

Berdasarkan pantauan berkala di tingkat pedagang eceran, grafik harga sejumlah bahan makanan inti kompak merangkak naik.

Baca juga:

Daftar Harga Sembako Senin 6 Juli 2026: Cabai Rawit Hijau dan Merah Kompak Naik, Beras Kualitas Super Satu Ikut Meroket

Harga komoditas cabai rawit merah mencapai Rp61.900 per kilogram, sedangkan telur ayam ras berada pada angka Rp29.050 per kilogram.

Rincian Lonjakan Harga Cabai dan Bumbu Dapur

Lini bumbu dapur menyumbang angka kenaikan cukup mencolok selain golongan cabai rawit merah. Kelompok bawang-bawangan serta varian cabai lain ikut mempersulit posisi konsumen lewat nilai jual terbaru.

Berikut visualisasi data lengkap per kilogram komoditas hortikultura di pasar domestik saat ini:

Daftar Kebutuhan Pokok dan Minyak Goreng

Sektor komoditas karbohidrat seperti beras juga memperlihatkan variasi harga berdasarkan tingkatan mutu.

Beras kualitas super I kini bertengger pada angka Rp17.650 per kilogram, disusul kualitas super II sebesar Rp17.150 per kilogram.

Ilustrasi

Golongan medium I terjual Rp16.350 per kilogram, sementara medium II berada pada level Rp16.150 per kilogram.

Sektor paling terjangkau, yaitu kualitas bawah I dan II, masing-masing menyentuh Rp14.700 serta Rp14.500 per kilogram.

Baca juga:

Berburu Perlengkapan Sekolah Harga Hemat di Pekan Terakahir PRJ 2026, Diskon hingga 50 Persen

Rincian harga sumber protein, pemanis, hingga komoditas cair pelengkap dapur meliputi:

Kondisi pergerakan grafik naik ini menuntut kewaspadaan publik terhadap potensi inflasi pangan tingkat daerah. Masyarakat berharap intervensi pasar dari instansi terkait segera bergulir demi menstabilkan kembali daya beli warga.

Baca Artikel Asli