Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Gelombang Tinggi Hingga Dua Meter Diperkirakan Landa Wilayah Ini

Angga Yudha Pratama - Sabtu, 17 Juli 2021

Merahputih.com - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika menyampaikan peringatan dini kepada masyarakat untuk mewaspadai tinggi gelombang 2,5 hingga 4 meter di Selat Lombok bagian Utara dan Selatan, Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa kondisi dinamika atmosfer yang tidak stabil dalam beberapa hari ke depan dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah Indonesia, khususnya di wilayah Indonesia bagian tengah dan timur.



"Kondisi itu diperkuat oleh aktifnya fenomena Madden Julian Oscillation (MJO), gelombang Rossby Ekuatorial, dan gelombang Kelvin di wilayah Indonesia," ujar Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto dalam siaran persnya, Kamis (15/7).

Selain perairan di Provinsi Nusa Tenggara Barat, gelombang tinggi juga akan terjadi di perairan Indonesia lainnya, yakni Selat Malaka bagian Utara, Perairan Utara Sabang, Perairan Barat Aceh hingga Kepulauan Mentawai, Perairan P. Enggano - Bengkulu, Perairan Barat Lampung, Samudra Hindia Barat Sumatera, Selat Sunda bagian Barat dan Selatan, Perairan selatan Jawa hingga P. Sumba.

Selat Sumba bagian Barat, Laut Sawu, Perairan selatan Pulau Sawu - Pulau Rotte - Kupang, Samuderara Hindia Selatan Jawa Barat hingga NTT, Laut Sulawesi, Perairan Utara dan Selatan Sulawesi Utara, Perairan Kep. Sitaro, Perairan Bitung - Likupang, Perairan Kepulauan Sangihe - Kepulauan Talaud, Laut Maluku.

Ilustrasi gelombang tinggi (Pixabay.com)
Ilustrasi Gelombang tinggi di Indonesia. (Foto: Pixabay.com)

Selain itu di Perairan utara Halmahera, Perairan Sorong, Samudra Pasifik utara Halmahera hingga Papua, Laut Banda, Perairan selatan Kep. Babar - Kepulauan Tanimbar, Perairan selatan Kepulauan Kai - Kep. Aru, Laut Arafuru.

Terbentuknya belokan maupun pertemuan dan perlambatan kecepatan angin (konvergensi) dapat mengakibatkan meningkatnya potensi pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah Indonesia.

Berdasarkan analisis terhadap perkembangan dinamika atmosfer tersebut, BMKG memperkirakan dalam periode sepekan ke depan potensi cuaca ekstrem dan curah hujan dengan intensitas sedang dan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang berpotensi terjadi di beberapa wilayah.

Antara lain, pada tanggal 16-18 Juli 2021 Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat, dan Papua.

Pada 19-21 Juli 2021 Bengkulu, Sumatera Selatan, Banten, Jawa Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku, Papua Barat, dan Papua. Pada 22-23 Juli 2021 Maluku, Papua Barat, dan Papua.

Oleh karena itu, BMKG mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem pada periode sepekan ke depan (hujan secara sporadis, lebat, dan durasi singkat, disertai petir dan angin kencang, bahkan hujan es), yang berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi berupa banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, dan puting beliung, terutama untuk masyarakat yang berada dan tinggal di wilayah rawan bencana hidrometeorologi. (Knu)

Baca Artikel Asli