Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Olahraga

Gara-Gara Emosi Sesaat, Pedro Neto Terancam Skorsing UEFA Usai Kekalahan Memalukan Chelsea

Angga Yudha Pratama - Jumat, 13 Maret 2026

Merahputih.com - Peluit panjang di Parc des Princes menyisakan duka mendalam bagi kubu London Barat. Papan skor menunjukkan angka 5-2 untuk keunggulan Paris Saint-Germain, namun sorotan kamera justru tertuju pada pinggir lapangan saat waktu tambahan merambat naik.

Emosi memuncak kala pemain sayap Chelsea, Pedro Neto, melakukan kontak fisik kasar terhadap seorang anak gawang.

Baca juga:

PSG Hancurkan Chelsea, Penampilan Filip Jorgensen Bikin The Blues Tersungkur

UEFA resmi membuka proses disipliner terhadap pemain asal Portugal tersebut. Tindakan mendorong anak gawang saat kekalahan The Blues memicu perselisihan luas antarpemain kedua tim. Badan tertinggi sepak bola Eropa menilai perbuatan tersebut melanggar aturan mengenai perilaku tidak sportif.

"Badan disiplin UEFA akan mengambil keputusan mengenai kasus ini pada waktunya," bunyi pernyataan resmi otoritas sepak bola Eropa.

Permintaan Maaf dan Rayuan Jersey

Neto segera menyadari kesalahan fatal tersebut usai pertandingan berakhir. Pemain berusia 26 tahun ini mengaku kehilangan kendali akibat tekanan besar dalam mengejar ketertinggalan skor. Upaya merebut bola secara paksa justru berujung tindakan fisik terhadap petugas lapangan berusia muda tersebut.

"Saya bukan orang seperti itu. Ini terjadi karena emosi sesaat dan saya ingin meminta maaf. Saya memberikan seragam saya kepadanya," tutur Neto kepada TNT Sports.

Pemain bernomor punggung 7 ini merasa sangat menyesal dan berusaha memperbaiki keadaan lewat bantuan rekan setim. Minimnya kemampuan bahasa Prancis memaksa Neto meminta bantuan Vitinha guna menyampaikan penyesalan mendalam kepada sang anak gawang.

Intervensi Vitinha dan Respon Anak Gawang

Kehadiran Vitinha menjadi jembatan komunikasi antara sang bintang dan korban dorongan. Neto mengaku terus mengulang kata maaf demi memastikan tidak ada dendam tersisa di hati sang bocah.

Baca juga:

Bikin Blunder, Liam Rosenior Tetap Bela Filip Jorgensen usai Chelsea Dibantai PSG 5-2

"Vitinha datang menghampiri dan berkata kepadanya bahwa saya tidak seperti itu. Pada akhirnya dia tertawa dan saya memberikan seragam saya kepadanya serta meminta maaf sekitar 35 kali," jelas Neto.

Meskipun korban terlihat sudah menerima permohonan maaf tersebut, proses hukum UEFA tetap berjalan sesuai regulasi. Chelsea kini menanti kepastian status pemain andalannya menjelang laga leg kedua di Stamford Bridge. Keputusan tim disiplin akan menentukan apakah Neto dapat memperkuat lini serang The Blues atau harus mendekam di tribun penonton.

Baca Artikel Asli