MerahPutih.com - Pelatih Timnas Indonesia U-17, Nova Arianto mengakui adanya perbedaan kualitas antara pemain inti dan cadangan skuad asuhannya. Hal ini disampaikan usai Timnas U-17 gantian dikalahkan India dalam pertemuan kedua uji coba di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali, Selasa (27/8).
Timnas Indonesia U-17 kalah setelah meraih kemenangan 3-1 atas India di pertemuan pertama yang berlangsung dua hari sebelumnya.
Nova Arianto melakukan rotasi di pertandingan kedua. Hanya lima pemain yang dipertahankan sebagai starter, yakni Dafa Zaidan, Putu Panji, Mathew Baker, Daniel Alfredo, dan M Aldyansyah.
Nova tak menyesali keputusannya ini. Ia memang sengaja merotasi pemain untuk melihat kualitas semua pemainnya.
"Memang itu menjadi ujian bagi saya, karena di saat awal bisa saja saya bermain dengan starting eleven saya. Tapi kalau begitu kan saya tidak bisa melihat pemain-pemain di tim kedua saya," kata Nova Arianto.
"Karena saya mau lihat bagaimana semua pemain bisa merasakan uji coba internasional karena ini menjadi uji coba internasional pertama buat kita selain pertandingan kemarin, dan kita bisa melihat secara level, secara kualitas, pasti lawannya di atas kita."
"Saya bersyukur bisa melihat pemain-pemain, ada yang bisa perform dengan baik, ada beberapa pemain yang tidak sesuai dengan apa yang saya mau. Dan itu jadi catatan buat kami ke depannya, apa yang bisa kami perbaiki dan itu akan kita lihat nanti," tutur Nova Arianto.
Nova menjelaskan, selain para pemain yang tampil di Piala AFF U-16 2024, anak asuhnya memang kurang jam terbang laga internasional. Dan, kata Nova, hal itu wajar bagi tim nasional di kelompok U-16.
"Ya itu salah satu situasi yang kita hadapi karena di Timnas U-16 rata-rata pemain yang baru bermain untuk tim nasional, dan memang level uji coba internasional, dengan uji coba yang di Indonesia itu pasti berbeda, dan itu harus kita mendapatkan itu karena pemain bisa merasakan, merasakan dengan lawan yang levelnya di atas kita," ucap Nova.
Secara umum, Timnas Indonesia U-17 sebetulnya bermain lebih baik daripada India. Namun, aspek penyelesaian akhir atau finishing yang membuat Putu Panji dan kawan-kawan gagal mengulang kemenangan seperti di pertemuan pertama.
"Itu menjadi yang harus kita perbaiki. Bagaimana membongkar tim yang melakukan compact defense," tutur asisten Shin Tae-yong tersebut di Timnas Indonesia. (*)