MerahPutih.com - Keputusan PSSI memecat Shin Tae-yong (STY) dari kursi pelatih berpotensi mempengaruhi kinerja timnas Indonesia.
Apalagi, Timnas Indonesia saat ini sedang dalam posisi kritis, lantaran mesti berjuang lolos ke Piala Dunia 2026. Artinya, pelatih baru dituntut harus cepat beradaptasi dengan para pemain.
“Pelatih baru tidak memiliki banyak waktu untuk adaptasi dengan pemain karena Indonesia akan berjumpa Australia dan Bahrain pada Maret 2025 nanti,” kata Pakar Komunikasi Fajar Junaedi, kepada wartawan di Jakarta, Selasa (7/1).
Baca juga:
Rekam Jejak Patrick Kluivert di Curacao, Rekrutmen Bagus, Taktik Jeblok
Dosen Ilmu Komunikasi UMY ini juga menyoroti belum lagi tekanan media dalam berbagai narasi dan framing pemberitaan, serta keganasan tekanan publik di berbagai platform media sosial (Medsos).
“Pelatih baru, siapapun orangnya, akan menghadapi tantangan internal dan eksternal ini,” imbuh Fajar
Terkait konteks hadirnya pelatih baru, Fajar mengungkapkan dalam kajian ilmu komunikasi, pertemuan orang baru akan berhadapan dengan ketidakpastian. “Menurut teori ini, ada dua jenis ketidakpastian yang muncul ketika individu saling berinteraksi, yaitu ketidakpastian kognitif dan ketidakpastian perilaku,” paparnya.
Baca juga:
Disebut Akan Tangani Timnas Indonesia, Agen Patrick Kluivert: Masih Diskusi
Fajar menjelaskan ketidakpastian kognitif berkaitan dengan keyakinan, pengetahuan, dan informasi seseorang mengenai orang lain pada saat berinteraksi.
“ Sedangkan ketidakpastian perilaku berkaitan pada bagaimana individu memperkirakan perilaku yang akan diambilnya ketika berinteraksi pada situasi tertentu,” tandas Sekretaris Lembaga Pengembangan Olahraga (LPO) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah ini. (Knu)