MerahPutih.com - Setelah lebih dari dua dekade berkarya dan menemani berbagai fase kehidupan pendengarnya melalui musik, grup indie Float kembali menghadirkan karya terbaru. Usai merilis Emily dan Dimabuk Cahaya, Float meluncurkan single bertajuk The Mirror Song (Constant Changes).
Lagu ini bukan sekadar menambah katalog musik Float, tetapi juga menjadi refleksi emosional mengenai proses bertumbuh, menerima perubahan, dan berdamai dengan diri sendiri.
Dari sisi musikal, The Mirror Song (Constant Changes) menawarkan nuansa yang berbeda dibandingkan karya-karya Float sebelumnya. Lagu ini dikemas dengan tempo cepat, enerjik, dan penuh keceriaan, menghadirkan warna segar dalam perjalanan musik mereka.
Drummer Float, Timur, mengungkapkan bahwa lagu tersebut menjadi salah satu bentuk eksplorasi baru bagi grup yang telah lama dikenal lewat lirik-lirik reflektifnya.
"Temponya ini kayaknya tempo paling cepat dari semua lagunya Float. Ini temannya 'Stupido Ritmo' kalau dari bassline-nya Binsar. Sangat fun, dan saya nggak sabar buat bawain secara live," ungkap Timur.
Baca juga:
20 Tahun Berlalu, Float Kembali dengan Single Terbaru 'Emily'
Mengangkat Proses Perubahan yang Terjadi Perlahan
Di balik aransemen yang cerah dan bersemangat, lagu ini tetap mempertahankan kekuatan lirik puitis yang menjadi identitas Float.
Ditulis melalui kolaborasi Hotma 'Meng' Roni Simamora dan Binsar Tobing, The Mirror Song (Constant Changes) mengangkat tema perubahan yang berlangsung perlahan dalam diri seseorang.
Lewat lirik pembukanya, Float mengajak pendengar menyadari bahwa banyak proses pertumbuhan terjadi tanpa disadari hingga akhirnya membentuk diri mereka di masa depan.
"Liriknya bercerita tentang perubahan di dalam diri kita yang prosesnya makan waktu sangat lama, sehingga kita bahkan nggak pernah ngerasa proses itu terjadi. Semua pelajaran dari keseharian menyiapkan kita, sampai suatu saat kita dihadapkan pada masalah yang kita pikir nggak bisa kita hadapi, ternyata bisa," Vokalis Float, Hotma 'Meng' Roni Simamora.
Makna tentang penerimaan diri dan keberanian menghadapi perubahan juga memiliki sisi yang sangat personal bagi gitaris Float, David Qlintang.
Ia mengaitkan lagu tersebut dengan pengalamannya sebagai orang tua yang membesarkan putranya, Arel, yang hidup dengan ADHD. Bagi David, lagu ini menjadi pengingat untuk tidak terus-menerus dihantui kekhawatiran mengenai masa depan dan tetap menjalani hidup dengan optimisme.
"Lagu ini menjawab kekhawatiran soal masa depan. Ke depannya itu udahlah kita nggak usah pikiran macam-macam, kita jalanin aja. Ini yang membuat saya, dan mungkin orang tua lain, tetap semangat," tutur David.
Baca juga:
Float Rilis Single 'Dimabuk Cahaya': Bukan Comeback, Tapi Napas Kreatif yang Berlanjut
Menjadi Teman Perjalanan bagi Floatmates
Sebagai bentuk dukungan bagi para pendengarnya, Float juga menyisipkan pesan penyemangat dalam bagian chorus.
Melalui lirik yang mengajak untuk terus mencoba, beristirahat ketika diperlukan, serta tidak ragu mencari tempat untuk berbagi cerita, lagu ini memperkuat posisi Float sebagai teman seperjalanan bagi para Floatmates.
Nuansa hangat tersebut semakin terasa lewat aransemen paduan suara yang megah di bawah arahan Ria Septiani. Kehadiran elemen tersebut menjadikan The Mirror Song (Constant Changes) sebagai karya yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menawarkan ruang refleksi, ketenangan, dan harapan bagi para pendengarnya. (Far)