Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Hiburan & Gaya Hidup ShowBiz

Film 'Nobody Loves Kay' Angkat Sisi Gelap Dunia Esports dan Ambisi Pro Player MLBB

Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 19 Mei 2026

MerahPutih.com - Dunia esports selama ini dikenal identik dengan popularitas pro player, kemenangan, dan sorak penonton. Film terbaru yang akan tayang 4 Juni 2026, Nobody Loves Kay, mencoba menghadirkan sudut pandang berbeda tentang kerasnya perjuangan di balik panggung kompetisi esports.

Film ini menyoroti ambisi, pengorbanan, hingga harga yang harus dibayar demi mengejar mimpi menjadi pemain profesional di level dunia.

Nobody Loves Kay mengikuti perjalanan KAY (Bima Azriel), seorang pro player dari tim ONIC yang tengah bersiap menghadapi laga final kompetisi Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) tingkat dunia. Di tengah tekanan menuju pertandingan terbesar dalam hidupnya, Kay kembali mengingat perjalanan panjang yang membawanya sampai ke titik tersebut.

Sejak duduk di bangku SMA, Kay memiliki mimpi besar bersama dua sahabatnya, Ido (Rey Bong) dan Aurelio (Joshia Frederico), untuk menjadi pro player esports profesional. Ketiganya berjanji akan berjuang bersama menembus kerasnya dunia kompetitif gaming.

Namun perjalanan itu tidak berjalan mudah. Nilai sekolah Kay yang terus menurun membuat sang ibu memberikan ultimatum keras. Ia harus memperbaiki prestasi akademik atau pindah ke Arab untuk tinggal bersama orang tuanya.

Di tengah tekanan tersebut, Kay berusaha membagi fokus antara sekolah dan dunia game yang sangat ia cintai. Ia kemudian mendapat bantuan dari Amanda (Aurora Ribero), siswi terpintar di kelasnya, yang membantunya memperbaiki nilai akademik.

Meski begitu, Kay tetap aktif mengikuti berbagai kompetisi gaming bersama timnya. Seiring waktu, hubungan di dalam tim mulai retak. Ido merasa Kay kehilangan fokus dan akhirnya mengambil keputusan berat untuk mengeluarkannya dari tim.

Baca juga:

5 Fakta di Balik Film 'Crocodile Tears' yang Sedang Tayang di Bioskop

Di sisi lain, Aurelio juga mulai menghadapi masalah keluarga yang memengaruhi performanya. Situasi itu perlahan menghancurkan persahabatan yang selama ini mereka bangun bersama.

Didorong ambisi dan amarah, Kay mulai mengorbankan banyak hal demi satu tujuan: menjadi pro player dan menembus kompetisi besar dunia. Ia perlahan menjauh dari orang-orang terdekatnya, termasuk sahabat yang pernah berjuang bersamanya sejak awal.

Namun keputusan tersebut justru membawanya pada kehilangan besar. Kay ditinggalkan teman-temannya, gagal di sekolah, dan harus menghadapi kenyataan dipindahkan ke luar negeri.

Saat berada di titik terendah hidupnya, Kay mulai menyadari konsekuensi dari pilihan yang ia ambil. Ia perlahan mencoba memperbaiki hubungan dengan keluarga dan sahabat yang pernah ia sakiti.

Kesempatan kedua akhirnya datang ketika Kay mendapat tawaran menjadi pro player profesional. Namun kali ini ia tidak lagi dikuasai ambisi semata. Kay hanya bersedia melangkah jika mendapat restu penuh dari kedua orang tuanya.

Beberapa tahun kemudian, Kay tumbuh menjadi pro player profesional dan berhasil mencapai final kompetisi dunia. Namun lawan yang harus ia hadapi bukanlah orang asing, melainkan Ido — sahabat sekaligus rival yang dulu pernah ia tinggalkan.

Baca juga:

Daftar Roster Timnas Esports Indonesia di Asian Games 2026 Aichi Nagoya

Diproduksi oleh Folago Pictures bersama ONIC, Visinema, Angkasa Visionari, Migunani Cinema Cult, dan Qun Films, film ini diproduseri M. Faisal Hibatullah, Zhafran Solichin, Giovanni Rahmadeva, serta Nick Musa.

Film Nobody Loves Kay disutradarai oleh Bernardus Raka dan ditulis oleh Johanna. Film ini menghadirkan drama emosional tentang dunia esports, persahabatan, keluarga, dan mimpi yang dikejar terlalu jauh.

Film Nobody Loves Kay dijadwalkan tayang di seluruh bioskop Indonesia pada 4 Juni 2026. (Tka)

Baca Artikel Asli