MerahPutih.com - Amerika Serikat (AS) memperketat pengawasan kesehatan di seluruh bandara utama dengan mewajibkan tes Ebola bagi penumpang internasional.
Gedung Putih menegasakan kebijakan itu diberlakukan untuk mencegah penyebaran wabah selama Piala Dunia FIFA 2026 yang akan berlangsung pada 11 Juni hingga 19 Juli di AS, Kanada, dan Meksiko.
Baca juga:
WHO Tetapkan Status Darurat Wabah Ebola, CDC Larang Warga 3 Negara Afrika Masuk AS
Administrator Pusat Layanan Medicare dan Medicaid, Mehmet Oz, menyatakan mekanisme pengujian telah dipasang di bandara-bandara besar di seluruh negeri Paman Sam.
“Kami dengan sengaja telah memasang alat dan mekanisme pengujian di bandara-bandara utama yang akan dilewati orang-orang,” Administrator Pusat Layanan Medicare dan Medicaid, Mehmet Oz.
WHO Tetapkan Wabah Ebola Darurat Internasional
Oz juga menegaskan keyakinannya terhadap Direktur Institut Kesehatan Nasional, Jay Bhattacharya, dalam menangani ancaman Ebola selama berlangsungnya Piala Dunia.
“Saya sangat percaya pada kemampuan Jay. Dia seorang ilmuwan brilian dan tahu banyak tentang virus. Dia orang yang berani yang akan mengambil keputusan yang tepat dan transparan,” tuturnya, dalam jumpa pers di Gedung Putih, Washington DC, Rabu (3/6).
Baca juga:
Delapan Negara Penguasa Takhta Piala Dunia Sejak Kompetisi Pertama 1930
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo (DRC) dan Uganda sebagai darurat kesehatan masyarakat internasional pada 15 Mei 2026.
Hingga akhir Mei tahun ini, tercatat ratusan kasus terkonfirmasi dengan puluhan kematian, termasuk tenaga kesehatan yang ikut terinfeksi.
Ancaman Ebola Intai Piala Dunia 2026
Dengan adanya Piala Dunia 2026, jutaan pengunjung internasional bakal berdatangan ke tiga negara penyelenggara di Amerika Utara.
Baca juga:
FIFA Resmi Terapkan Aturan 'Anti-Arsenal' di Piala Dunia 2026, Taktik Bola Mati Terancam Hilang?
Total ada sembilan negara afrika yang ikut berpartisipasi dalam ajang Piala Dunia kali ini, Dilansir Antara, sembilan negara itu yakni Maroko, Senegal, Aljazair, Mesir, Pantai Gading, Tunisia, RD Kongo, Afrika Selatan, dan Tanjung Verde.
Ebola sendiri dikenal sebagai penyakit mematikan dengan tingkat kematian rata-rata 50 persen. Virus ini ditularkan dari hewan liar seperti kelelawar dan primata ke manusia, lalu menyebar melalui kontak langsung dengan cairan tubuh orang yang terinfeksi. (*)