Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Dua Tahun Berhenti, Tradisi Pembagian Bubur Samin Banjar Kembali Dilakukan di Solo

Alwan Ridha Ramdani - Senin, 04 April 2022

MerahPutih.com - Masjid Darussalam Kelurahan Jayengan, Kecamatan Serengan, Solo, Jawa Tengah kembali membagikan bubur takjil samin khas Banjar, Kalimantan pada Ramadan 1443 Hijriah/2022

Sebelumnya, pembagian bubur samin di Masjid Darussalam ditiadakan selama dua tahun karena pandemi COVID-19. Untuk tahun, ini seiring adanya pelanggaran PPKM tradisi membagikan bubur samin tahun ini kembali digelar.

Baca Juga:

JOOX Hadirkan Beragam Konten Spesial Ramadan

Wakil Ketua Takmir Masjid Darussalam Jayengan Solo, Noor Cholish mengatakan, setelah dua tahun dihentikan karena COVID-19 tradisi Ramadan membagikan bubur samin khas Banjar kembali digelar. Pelaksanaan pembagian bubur samin tak jauh dari tahun-tahun sebelumnya.

"Perbedaan tahun ini pembagian bubur Samin dilaksanakan dengan aturan menerapkan protokol kesehatan COVID-19," kata Cholish, Minggu (3/4).

Dikatakannya, pembagian bubur samin di Masjid Darussalam pada Ramadan tahun ini baru dimulai pada Minggu. Hal itu didasari dari penetapan awal Ramadan pada hari Minggu.

"Pembagian bubur samin Banjar baru kita mulai hari ini (Minggu). Pembagian kita laksanakan sebulan penuh," katanya.

Ia menyebut, tradisi ini sudah ada sejak tahun 1985 atau berlangsung selama 37 tahun. Karena pandemi Covid-19, tradisi ini ditiadakan dua kali yakni 2020 dan 2021. Pembagian bubur dimulai pukul 15.30 WIB sampai habis.

"Warga yang ingin menikmati sajian bubur samin untuk berbuka puasa silahkan datang ke Masjid Darussalam," katanya.

Cholish mengatakan, setiap hari selama puasa Ramadhan takmir masjid Darussalam membuat sekitar 45 kilogram atau sekitar 1.300 porsi bubur samin. Bubur ini dibuat dengan bahan utama beras ditambahkan dengan bumbu-bumbu dan sayuran serta daging.

"Tidak lupa kami taburkan minyak samin khas Banjar yang membuat aroma bubur menjadi lebih sedap," papar dia.

Pembagian bubur samin khas Banjar, lanjut dia, terbagi dua, yakni 1.000 porsi untuk masyarakat atau jemaah masjid. Sedangkan sisanya 300 porsi untuk buka puasa bersama di masjid.

"Karena membuat bubur untuk porsi banyak kita masaknya mulai pukul 13.00 WIB sampai pukul 15.00 WIB," kata dia.

Ia mengatakan, pembuatan bubur samin menggunakan bahan pokok beras sekitar 40kg. Selain itu, ditambah sayuran, daging dan minyak samin dari Banjar.

"Pembagian bubur samin menjadi sebuah destinasi wisata religi di Solo setiap bulan Ramadhan, khususnya di Kelurahan Jayengan. Kami akan terus melestarikan warisan budaya ini," katanya.

Ia menambahkan, tradisi berbuka bersama dengan menu bubur samin di Jayengan, Serengan, Solo, ini berawal dari kebiasaan para pendatang dari Kota Banjar di Provinsi Kalimantan Selatan pada awal tahun 1900-an.

Warga mendapatkan bubur samin di Masjid Darussalam Kelurahan Jayengan, Kecamatan Serengan, Solo, Jawa Tengah, Minggu (3/4). (MP/Ismail)
Warga mendapatkan bubur samin di Masjid Darussalam Kelurahan Jayengan, Kecamatan Serengan, Solo, Jawa Tengah, Minggu (3/4). (MP/Ismail)

Di mana pada saat itu, para perantau dari Banjar mengadu nasib dengan berjualan batu permata Martapura di Kota Bengawan, Solo. Seiring berjalannya waktu jumlah perantau bertambah banyak dan menetap di Solo serta membangun masjid.

"Setiap berbuka puasa perantauan Banjar memasak bubur samin. Bubur itu ternyata disukai warga Solo sampai akhirnya muncul tradisi membagikan bubur samin setiap Ramadan yang bertahan sampai sekarang," katanya.

Salah seorang warga Ardian (32) mengaku bersyukur tradisi pembagian bubur samin di Masjid Darussalam Kembali diadakan. Menurunya bubur ini memiliki kasiat sebagai obat-obatan karena bahannya terdapat mimyak samin.

"Sudah dua tahun pembagian bubur samin di Masjid Darussalam ditiadakan. Alhamdulilah tahu ini diadakan lagi," ujarnya. (Ismail/Jawa Tengah)

Baca Juga:

Sains Menjawab Alasan Awal Ramadan Tahun ini Dimulai pada 3 April 2022

Baca Artikel Asli