MerahPutih.com - PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) berupaya terus melebarkan sayapnya. Kini TMMIN tengah mempelajari peluang untuk mengekspor kendaraan hasil produksinya ke Australia.
Negeri Kanguru dipilih menjadi salah satu tujuan ekspor karena sejumlah pabrikan otomotif di sana memutuskan menghentikan proses produksi. Sebab, biaya tenaga kerja dan perakitan yang mahal.
Presiden Direktur TMMIN Warih Andang Tjahjono mengatakan ada dua hal utama yang harus diperhatikan sebelum memutuskan untuk mengekspor mobil ke Australia.
Yang pertama kecocokan produk (product matching) yang diproduksi di Tanah Air dengan kebutuhan pasar Australia dan yang kedua adalah standar spesifikasi kendaraan di Australia. "Dari dua hal itu, kami akan pelajari lebih dalam," kata Warih di Karawang, Jawa Barat, Rabu (30/8).
Menurutnya, di Indonesia masih menggunakan standar NCAP (New Car Assessment Programme ASEAN. Sedangkan Australia sudah menggunakan standar Eropa. Nah, apabila Toyota Indonesia memutuskan untuk mengekspor kendaraan ke Australia, maka produknya akan disesuaikan dengan fitur standar keamanan Eropa.
"Kalau safety Eropa, ada beberapa bagian dari mobil itu sendiri seperti fitur-fitur keamanan," katanya.
Di sisi lain, Warih menjelaskan pihaknya belum menentukan model kendaraan apa yang akan diekspor ke Australia. Apakah itu model sedan atau SUV dengan ukuran besar. “Itu tergantung kebutuhan pasar di Australia,” ujarnya. (*)
Sumber: Antara