Merahputih.com - Anggota Komisi IX DPR dari Fraksi PAN, Saleh Partaonan Daulay, menilai 'lockdown' dapat dilakukan agar pemerintah dapat segera melakukan proses mitigasi dengan jauh lebih baik. Kebijakan itu dapat diterapkan di kota kota yang dipastikan jadi lokasi penyebaran seperti di Jakarta.
"Karena hanya dengan cara itu kita bisa melakukan mitigasi dengan benar," ujar Saleh dalam acara diskusi Polemik Trijaya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (14/3).
Baca Juga:
Saleh pun mencontohkan sejumlah negara yang sudah menerapkan lockdown seperti Italia dan yang terbaru Filipina. Menurutnya, pemerintah tinggal menetapkan apakah lockdown hanya terbatas di provinsi atau kota tertentu, atau dalam skala nasional.
"Jadi mestinya ya kalau pun lockdown terbatas ya enggak apa. Nanti kan itu tugasnya para ahli untuk menentukan bersama dengan pemerintah," tuturnya.
Saleh menjelaskan, saat ini pemerintah seperti kesulitan mendeteksi karena pergerakan orang sangat dinamis. "Karena kalau sekarang lalu lalang orang dari luar negeri dan ke Indonesia masih sangat leluasa sekali dan agak susah (lakukan mitigasi)," sambungnya.
Jika opsi lockdown akhirnya diterapkan, Saleh meminta pemerintah untuk menjamin ketersediaan kebutuhan pokok. "Hal tersebut untuk menghindari panic buying yang sempat terjadi beberapa waktu yang lalu," terang Saleh.
Saleh juga mengusulkan agar kegiatan belajar mengajar di sekolah diliburkan sementara waktu. Atau pemerintah bisa memikirkan opsi lain jika ingin kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung, misalnya dengan belajar secara online.
"Pemerintah harus mencari solusi bagaimana caranya sekolah tetap bisa di rumah, misalnya kayak di luar negeri bisa online, belajar online. Mahasiswa di perguruan tinggi juga (bisa) begitu," jelas dia.
Untuk mengambil langkah lockdown, tentu ada kriteria sehingga tidak bisa hanya ikut-ikutan karena itu disana peran ahli diperlukan untuk memberikan masukan kepada pemerintah.
Saleh menilai apabila lockdown diberlakukan, pemerintah harus memastikan kebutuhan primer warga dapat tercukupi dengan baik, pelajar dan mahasiswa perlu dicarikan alternatif agar bisa belajar mandiri.
Perlu diatur sedemikian rupa sehingga sistem produksi dan distribusi kebutuhan masyarakat tidak terganggu. "Kalaupun belum diambil kebijakan lockdown, tapi persiapan ke arah itu tetap diperlukan. Sebab jika sewaktu-waktu diperlukan, semuanya sudah siap, tidak lagi bekerja dari awal," ujarnya.
Baca Juga:
Jangan Salah Kaprah! Ini Dia Perbedaan Pandemi, Epidemi dan Wabah
Politisi PAN itu menilai terkait diambil kebijakan lockdown atau tidak, itu murni didasarkan pada pertimbangan keselamatan warga, tidak boleh ada unsur politik di dalamnya karena murni kerja-kerja kemanusiaan.
Karena itu menurut dia, semua harus bekerja sama dan ikuti semua instruksi dan arahan dari pemerintah dan pihak yang berwenang. "Tergantung hasil kajian dan analisa para ahli kita. Kita mesti harus percaya kepada mereka dan saya yakin mereka akan memberikan pertimbangan yang objektif dan akademik," ucapnya. (Knu)