Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Hiburan & Gaya Hidup ShowBiz

Dongker Perkenalkan Album 'Melankolia Radikal' Lewat Showcase di Bawah Jembatan Pasupati

Soffi Amira - Sabtu, 18 Juli 2026

MerahPutih.com - Di bawah bayang-bayang Jembatan Layang Pasupati, malam di Taman Skateboard Bandung terasa berbeda.

Deru kendaraan yang tak pernah benar-benar berhenti menjadi latar alami bagi gelaran "Melankolia di Kolong", showcase spesial Dongker yang digelar sebagai penanda perjalanan menuju album kedua mereka, "Melankolia Radikal."

Alih-alih memilih gedung pertunjukan atau venue konvensional, Dongker justru mengubah ruang publik di bawah jembatan menjadi tempat berkumpulnya para penikmat musik independen, menghadirkan suasana yang terasa akrab, mentah, sekaligus penuh makna.

Baca juga:

Dongker Gelar 'Melankolia di Kolong', Perdengarkan Lagu Baru Jelang Album Kedua

Energi Panggung Menggema di Bawah Jembatan Pasupati

Dongker perkenalkan album Melankolia Radikal di bawah Jembatan Pasupati
Dongker perkenalkan album Melankolia Radikal di bawah Jembatan Pasupati. Foto: Instagram/wtfacielcaptures
>Sejak sore, area pertunjukan mulai dipadati pengunjung yang datang membawa buku layak baca maupun beras sebagai bentuk donasi.

Tak ada antrean pembelian tiket ataupun pintu masuk yang membatasi siapa pun. Yang terlihat justru percakapan antarpenonton, tawa, dan semangat gotong royong yang perlahan memenuhi sudut-sudut taman.

Atmosfer tersebut memperlihatkan bahwa malam itu bukan sekadar konser, melainkan ruang pertemuan bagi komunitas yang selama ini tumbuh bersama Dongker.

Suasana mulai menghangat ketika alicexnoise membuka panggung dengan penampilan penuh tenaga. Dentuman musik yang mengalun di bawah beton jembatan langsung mengundang sorak penonton, disusul penampilan ZIP yang menjaga energi tetap berada di titik tertinggi.

Baca juga:

Fajar Noor Bawa Album 'Sementara, Selamanya' ke Panggung lewat Showcase Spesial

Kedua musisi tersebut seolah menjadi pengantar sempurna sebelum Dongker akhirnya muncul dan disambut riuh tepuk tangan serta teriakan para penggemar yang telah memenuhi area pertunjukan.

Saat Dongker mengambil alih panggung, suasana berubah menjadi semakin intens. Setiap lagu dibawakan dengan ledakan energi yang langsung dibalas oleh penonton yang bernyanyi bersama tanpa ragu.

Gemuruh kendaraan dari atas jembatan sesekali terdengar menyatu dengan dentuman drum, raungan gitar, dan koor suara penonton, menciptakan lanskap suara yang sulit ditemukan di tempat lain.

Ruang terbuka di bawah Pasupati malam itu terasa hidup, seolah menjadi rumah sementara bagi siapa saja yang datang untuk merayakan musik.

Bocoran Album 'Melankolia Radikal' dari Dongker

Dongker beri bocoran album Melankolia Radikal lewat showcase
Dongker beri bocoran album Melankolia Radikal lewat showcase. Foto: Instagram/wtfacielcaptures
>Sementara di sela-sela penampilan, Dongker beberapa kali memberi bocoran mengenai album terbaru mereka, "Melankolia Radikal".

Tanpa mengungkap semuanya, mereka memberi isyarat bahwa album kedua ini akan membawa pendekatan musikal yang lebih luas serta eksplorasi konsep yang lebih berani dibanding karya-karya sebelumnya.

Momen tersebut membuat rasa penasaran penonton semakin besar, terlebih ketika beberapa materi baru dimainkan secara langsung untuk pertama kalinya di hadapan publik.

Lebih dari sekadar showcase menuju perilisan album, "Melankolia di Kolong" terasa seperti perayaan hubungan yang telah lama terjalin antara Dongker dan para pendengarnya.

Baca juga:

Dongker Lepas Single Emosional 'Lautan Bunga Warna Terang', Isyarat Album Kedua Segera Meluncur

Jarak antara band dan penonton nyaris tak terasa, menciptakan pengalaman yang intim meski dipenuhi ratusan orang yang larut dalam setiap lagu.

Nilai yang diusung acara ini pun melampaui urusan musik. Dongker memilih meniadakan sistem penjualan tiket dan menggantinya dengan konsep donasi berupa buku layak baca atau beras yang dibawa setiap pengunjung. Seluruh donasi tersebut nantinya akan disalurkan kepada mereka yang membutuhkan.

Lewat cara sederhana itu, "Melankolia di Kolong" tidak hanya menjadi panggung untuk memperkenalkan karya baru, tetapi juga menunjukkan bahwa musik dapat menjadi medium untuk membangun solidaritas dan kepedulian sosial di tengah masyarakat. (Far)

Baca Artikel Asli