SETELAH pidato yang menggugah di acara Golden Globe, Oprah Winfrey jadi unggulan yang digadang-gadang akan jadi calon presiden AS mendatang. Nama Winfrey pun langsung jadi buah bibir.
Pekan lalu, Winfrey menjadi kontributor spesial untuk acara 60 Minutes di CBS. Dalam acara itu, Winfrey duduk bersama beberapa panel yang pro dan kontra terhadap Trump. Mereka membahas masa kepemimpinan Presiden Donald Trump.
Namun, rupanya Trump kurang bisa menerima obrolan yang terbangun di acara tersebut. Dalam sebuat cicitan, Trump menyebut Ratu Talkshow itu sebagai pribadi yang 'tak berpendirian'.
Just watched a very insecure Oprah Winfrey, who at one point I knew very well, interview a panel of people on 60 Minutes. The questions were biased and slanted, the facts incorrect. Hope Oprah runs so she can be exposed and defeated just like all of the others!
— Donald J. Trump (@realDonaldTrump) February 19, 2018
Winfrey sendiri tak langsung merespons cicitan itu. Barulah pada acara Ellen yang tayang Kamis (22/2) Winfrey buka suara tentang 'tuduhan' Trump terhadapnya. Bintang The Immortal Life of Henrietta Lacks itu mengaku bingung atas tuduhan itu.
"Aku bangun dan berpikir, entahlah. Aku tak menyukai energi negatif, jadi aku hanya berpikir, 'apa?'," ujarnya.
Meskipun demikian, Winfrey mengaku insting jurnalisnya membuatnya mengecek rekaman sesi 60 Minutes untuk melihat apakah tuduhan Trump benar. Dalam cicitan itu, Trump menuduh diskusi panel itu timpang dan bias dengan fakta-fakta yang salah.
"Yang langsung aku lakukan ialah kembali meninjau rekaman acara itu untuk memastikan tuduhan 'bias dan timpang' itu benar adanya," ujarnya kepada Ellen DeGeneres.
Winfrey kemudian menjelaskan bahwa segmen 60 Minutes dibuat dengan proses yang ketat. Semuanya diawali dengan diskusi panel untuk menentukan pakah topik itu layak tayang juga berkeadilan. Ia juga mengakui bahwa dalam proses pembuatannya, acara itu sudah melalui proses penyuntingan.
Mengingat acara itu sudah direvisi dan disunting sedemikian rupa, Winfrey percaya bahwa ia sudah menyampaikan fakta-fakta yang tepat.
"Aku bekerja amat keras untuk melakukan kebalikan dari apa yang aku enggak suka tuliskan di Twitter. Jadi, itu oke," ujarnya.
Selain menuduh Winfrey tidak adil dan bias, Trump berkukuh menantang kekasih Stedman Graham itu untuk maju dalam pilpres AS mendatang.
Meskipun banyak yang mendukung pencalonannya, Winfrey menyatakan tidak punya niat maju di pilpres dengan menyebut bahwa politik tidak ada di DNA-nya.(dwi)