Di World Economic Forum, Prabowo Tegaskan Greedonomics Cara Tindak Pengusaha Rakus
Jumat, 23 Januari 2026 -
MerahPutih.com - Presiden Prabowo Subianto memberikan pidato khususnya di Congress Hall, yang merupakan lokasi utama acara World Economic Forum 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo mengenalkan istilah Greedonomics atau ekonomi yang serakah terhadap praktik usaha yang melanggar hukum (ilegal).
Ia mengungkapkan bahwa di awal kepemimpinannya, pemerintah mengungkap kasus korupsi penyalahgunaan tata kelola BBM hingga menyita 4 juta hektare perkebunan sawit ilegal.
"Saya menyebut ini usaha bebas, saya menyebut ini bukan pasar bebas, saya menyebutnya secara terbuka: Greedonomics (ekonomi keserakahan). Ekonomi keserakahan, ekonomi dari praktik-praktik rakus," kata Prabowo dalam sambutannya yang disaksikan langsung melalui akun YouTube Sekretariat Presiden dari Jakarta, Kamis.
Prabowo pun menyinggung istilah robber barons yang populer digunakan di sejumlah negara pada abad ke-19, namun dinilainya sama dengan greedonomics di hadapan para undangan.
Menurut Prabowo, tidak ada iklim investasi diciptakan tanpa kepastian penegakan hukum yang adil. Presiden kembali menegaskan bahwa tidak seorang pun akan datang untuk berinvestasi di negara yang tidak taat hukum.
Prabowo bertekad untuk memastikan penegakan hukum di atas kepentingan pribadi, bahkan korporasi sekali pun.
Pengusaha yang disebutnya rakut ini merasa tidak perlu mengakui kedaulatan pemerintah Indonesia, bahkan menganggap bisa membeli pejabat pemerintah.
"Saya mendapat laporan bahwa beberapa dari orang-orang ini dalam pertemuan mereka mengatakan, 'Oh, tidak apa-apa, tidak ada pejabat pemerintah yang tidak bisa dibeli.' Baiklah, saya menantang mereka untuk mencoba membeli pejabat dari pemerintahan saya. Mereka akan terkejut," kata Prabowo.
Prabowo merinci telah menyita 4 juta hektare lahan perkebunan sawit ilegal, pemerintah juga telah menutup 1.000 lokasi tambang ilegal