Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Dunia

Di Hadapan Prabowo dan Undangan EEF 2026, Putin: Ukraina Kehilangan 8.000-12.000 Tentara Setiap Bulan

Wisnu Cipto - Kamis, 03 September 2026

MerahPutih.com - Presiden Rusia Vladimir Putin menyampaikan klaim mengejutkan dalam sidang pleno Eastern Economic Forum (EEF) 2026 yang turut dihadiri Presiden RI Prabowo Subianto dan para undangan internasional lainnya. Prabowo hadir di ajang itu sebagai tamu kehormatan utama.

Baca juga:

Prabowo Tiba di Rusia, Hadiri Eastern Economic Forum sebagai Tamu Kehormatan

Orang nomor satu di Rusia itu menyebut Ukraina telah kehilangan 8.000 hingga 12.000 tentara setiap bulan dalam konflik dengan negaranya yang masih berlangsung sejak tahun 2022 silam.

Kehilangan (pasukan) di pihak lawan terus bertambah setiap bulan. Jumlah korban jauh lebih tinggi dibanding jumlah personel yang bergabung akibat mobilisasi paksa atau yang kembali dari rumah sakit. Jumlah orang yang hilang setiap bulannya mencapai 8.000–12.000,

Presiden Rusia Vladimir Putin, dalam pidatonya dalam ajang EEF 2026 di Kota Vladivostok,Kamis (3/9).

Presiden
Presiden Prabowo bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin bahas kemitraan RI-Rusia.

Putin Soroti Kasus Desersi Militer Ukraina

Putin menegaskan tingkat motivasi di jajaran pasukan Ukraina saat ini rendah, dengan persentase desersi yang disebutnya cukup tinggi.

Menurut Putin, hingga saat ini sedikitnya ada lebih dari 100.000 kasus pidana terkait desersi telah diproses secara resmi di Ukraina.

“Kehilangan di pihak lawan terus meningkat setiap bulan, dan jumlah korban jauh lebih besar daripada jumlah orang yang direkrut melalui mobilisasi paksa,” tandasnya.

Baca juga:

Terungkap Awal Mula 8 WNI Diduga Masuk Militer Rusia, Pemerintah Kini Telusuri Perekrutnya

Klaim Supremasi Militer Rusia atas Ukraina

Pernyataan Putin di forum ekonomi internasional itu menegaskan isu perang Ukraina tetap menjadi sorotan global, bahkan di luar forum politik.

Klaim kerugian besar di pihak Ukraina menjadi bagian dari narasi Putin untuk menunjukkan supremasi militer Rusia atas negara tetangganya itu dalam bentrokan senjata yang sudah berlangsung lebih dari empat tahun itu. (*)

Baca Artikel Asli