MerahPutih.com - Pelatih Dewa United Banten FC, Jan Olde Riekerink mengaku tidak selalu puas ketika tim meraih kemenangan. Hal ini disampaikan usai timnya mengalahkan Persijap Jepara 1-0 di Banten International Stadium (BIS), Serang, Rabu (29/4) malam dalam pekan 20 Super League.
Gol kemenangan Dewa United Banten FC dicetak Alex Martins Ferreira lewat titik putih pada menit 54. Itu sekaligus memecah kebuntuan, terutama di babak pertama.
Gol tersebut menjadi momentum penting bagi Dewa United untuk terus menekan. Namun, kemenangan yang sudah di depan mata hampir sirna di detik-detik akhir pertandingan. Wasit menunjuk titik putih setelah Nick Kuipers dianggap melakukan pelanggaran di kotak penalti.
Dalam situasi penuh tekanan, penjaga gawang Dewa United, Sonny Stevens, tampil sebagai pahlawan. Ia sukses membaca arah tendangan penalti lawan dan melakukan penyelamatan krusial yang memastikan tiga poin tetap bertahan di kandang.
Baca juga:
Klasemen Liga Indonesia Super League 2025/2026 Setelah Dewa United Banten FC Kalahkan Persijap 1-0
“Dalam fase ini, seperti yang Anda ketahui, kami menghadapi tim-tim yang berada di papan bawah klasemen. Maka dari itu, terlihat mereka menunjukkan semangat juang yang tinggi di laga ini,” ujarnya dikutip dari laman klub.
“Kami sudah mengetahui bagaimana Persijap akan bermain. Mereka memiliki dua penyerang bernomor 34 dan 88 yang tidak bermain sebagai penyerang murni karena bergerak ke seluruh area. Oleh karena itu, organisasi permainan menjadi sangat penting,” tambahnya.
Jan Olde menjelaskan bahwa tim Dewa United menampilkan performa cukup baik di awal pertandingan.
“Pada babak pertama, khususnya dalam 20 menit awal, kami mampu mengendalikan permainan dan menciptakan empat hingga lima peluang. Memasuki babak kedua, performa kami tidak cukup baik. Kami memang menciptakan peluang, tetapi tidak dengan cara yang kami inginkan,” terangnya.
Pelatih asal Belanda tersebut kemudian menyoroti dilema dalam hasil pertandingan ini.
“Ini selalu menjadi pertanyaan: apakah Anda bisa puas ketika menang tetapi bermain buruk? Bagi saya, tidak. Saya tidak puas jika tim menang tanpa bermain dengan baik, dan itu menjadi masalah utama hari ini,” urainya.
Pelatih berusia 62 tahun ini menjelaskan Persijap mampu memberikan perlawanan ketat untuk Banten Warriors.
“Persijap memberikan banyak masalah. Kami sudah tahu mereka memiliki pemain berkualitas, termasuk pemain asing, tetapi kami tidak mampu mengatasinya secara organisasi,” jelasnya.
“Tentu saja, penyelamatan penalti sangat membantu tim. Namun, secara jujur, saya merasa kami tidak sepenuhnya pantas meraih kemenangan. Namun, seperti yang sering dikatakan di Indonesia, kami tetap mengambil hasil ini dan merayakannya,” tutupnya. (*)