Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Olahraga

Dewa United Banten FC dalam Situasi Berbeda jika Sedikit Lebih Beruntung Vs Manila Digger di Leg Kedua Perempat Final AFC Challenge League

Frengky Aruan - Jumat, 13 Maret 2026

MerahPutih.com - Dewa United Banten FC akan berada dalam situasi berbeda jika sedikit lebih beruntung di leg kedua perempat final AFC Challenge League (ACGL) 2025/2026. Hal ini disampaikan pelatih Banten Warriors, Jan Olde Riekerink usai skor 2-2 menutup pertandingan.

Skor itu tidak cukup buat Dewa United Banten FC untuk lolos. Mengingat di leg pertama di Manila, kalah 0-1 dari Manilla Digger FC.

Tempat di semifinal pun dimiliki wakil Filipina itu dengan keunggulan agregat 3-2.

Dewa United Banten FC memiliki peluang untuk mencetak gol lebih dahulu pada menit 13, namun bola sepakan Vinicius Duarte memaksimalkan umpan Alexis Messidoro diamankan kiper Manila Digger FC Omar Njie. Itu sebelum gantian diancam.

Dewa United Banten FC terus mencoba sebelum kebobolan menit 35.

Gol pertama Manila Digger dicetak Pa Ousman Gai usai terlepas dari penjagaan Nick Kuipers dan mampu mendapat bola umpan jauh. Pa Ousman Gai lebih dahulu mengecoh Sonny Stevens sebelum menceploskan bola.

Baca juga:

Hasil AFC Challenge League: Manila Digger FC ke Semifinal, Akan Hadapi PKR Svay Rieng

Skor berubah lagi menit 52 setelah sang tamu mencetak gol lewat sundulan Modou Joof memaksimalkan umpan tendangan bebas.

Dewa United Banten FC tidak menyerah. Upaya terus digencarkan, termasuk lewat Egy Maulana Vikri pada menit 64.

Dewa United akhirnya mampu mencetak gol melalui sundulan Damion Lowe memaksimalkan umpan sepak pojok menit 66.

Banten Warriors mencoba memanfaatkan momentum. Percobaan kembali dilakukan Vinicius, tetapi bola sepakan masih melebar.

Usaha demi usaha terus dilakukan skuad asuhan Jan Older Riekerink. Sementara itu, menit 80, Sonny Stevens melakukan penyelamatan gemilang.

Upaya tidak kenal menyerah Dewa United membuahkan hasil menit 81. Lowe kembali mencatatkan nama setelah memaksimalkan kemelut di depan gawang Manila Digger.

Dewa United terus berjuang mendapat gol lain di sisa pertandingan, termasuk di masa injury time. Namun tidak ada gol tercipta membuat skor 2-2 menutup laga.

“Tentu kami sangat kecewa. Enam hari lalu kami memainkan laga di Manila dan dari pertandingan itu kami bisa melakukan analisis dengan cukup baik. Mereka bermain dengan sembilan pemain asal Gambia sehingga identitas permainan mereka sangat jelas. Saya pernah bekerja selama dua tahun di Afrika, jadi saya cukup memahami karakter permainan seperti itu. Mereka mengandalkan kekuatan fisik serta permainan oportunis,” ujarnya.

Pelatih asal Belanda ini juga menilai bahwa situasi di babak pertama sedikit menyulitkan timnya setelah salah satu pemain kunci harus keluar lebih awal karena cedera.

“Hal itu juga terlihat pada babak pertama. Kami sedikit tidak beruntung karena penyerang kami, Alex Martins, mengalami cedera. Saat itu kami tidak memiliki pemain lain yang benar-benar bisa menggantikan posisinya sehingga Vico Duarte harus mengisi peran tersebut. Menurut saya kami bermain lebih baik, tetapi mereka justru terlihat lebih berbahaya,” jelasnya.

Jan menambahkan bahwa gol pertama yang dicetak lawan terjadi karena miskomunikasi di lini belakang. Meski demikian, ia mengakui timnya juga belum mampu menciptakan banyak peluang bersih di babak pertama.

“Kemudian karena sebuah miskomunikasi mereka berhasil mencetak gol pembuka. Sejujurnya, meskipun kami bermain lebih baik, kami tidak menciptakan banyak peluang. Terutama di fase akhir serangan, mereka bertahan dengan sangat baik. Mereka tim yang kuat secara fisik,” katanya.

“Gol kedua berasal dari situasi tendangan bebas. Meski begitu, saya tetap percaya kepada tim. Kami sudah menyiapkan skenario jika harus mencetak gol. Pada momen itu kami memutuskan untuk bermain lebih oportunis,” lanjutnya.

“Setelah perubahan tersebut kami mulai menciptakan peluang dan berhasil mencetak dua gol. Di akhir pertandingan tentu saja sedikit faktor keberuntungan juga diperlukan karena bola beberapa kali jatuh di area yang tidak menentu. Situasinya seperti perjudian untuk mendapatkan bola kedua,” ucapnya.

“Mereka juga memiliki satu peluang bagus di akhir laga, tetapi jika sedikit lebih beruntung kami sebenarnya bisa mencetak gol ketiga dan menang 3-2. Namun pada akhirnya kami harus tersingkir dari kompetisi ini, dan tentu saja itu bukanlah tujuan kami,” tutupnya.

Baca Artikel Asli