Cuaca Tak Bersahabat, BMKG: Februari Puncak Musim Hujan

Senin, 10 Februari 2025 - Soffi Amira

MerahPutih.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi, bahwa sebagian wilayah Jakarta akan mengalami hujan ringan pada Senin (10/2) ini.

Prakiraan Cuaca Jakarta 11 Februari 2025

Pagi hari: Hujan ringan di sebagian besar wilayah Jakarta, kecuali Jakarta Timur yang berawan tebal.

Siang hari: Seluruh wilayah DKI Jakarta diprediksi berawan tebal.
Sore hari:

Hujan ringan di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur. Jakarta Barat dan Kepulauan Seribu tetap berawan tebal. Jakarta Pusat dan Jakarta Utara diprediksi berawan.

Malam hari: Seluruh wilayah Jakarta berawan tebal, kecuali Kabupaten Kepulauan Seribu yang diperkirakan hanya berawan.

Baca juga:

Pemicu Cuaca Ekstrem 2 Hari Kedepan, BMKG Temukan Bibit Siklon Baru di Samudera Pasifik

BMKG juga memprediksi suhu udara di DKI Jakarta berkisar antara 23 hingga 30 derajat Celsius, dengan kecepatan angin antara 0-26 km/jam.

Warga Jakarta diimbau untuk mempersiapkan payung atau jas hujan, terutama bagi yang beraktivitas di luar ruangan pada pagi dan sore hari.

Sebelumnya, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Dwikorita Karnawati menyebutkan, Februari masih diwarnai hujan di sejumlah wilayah.

"Puncak musim hujan itu di sebagian besar wilayah Indonesia terjadi di bulan Januari hingga Februari, sehingga saat ini masih menghadapi puncak musim hujan," kata Dwikorita.

Baca juga:

OMC Beri Pengurangan Curah Hujan Hingga 60 persen dari Prediksi BMKG

Menurut dia, curah human akan menurun sebulan kemudian.

“Musim hujan diprediksi akan berakhir sampai bulan Maret, akhir Maret 2025, dan April itu transisi dari musim hujan ke musim kemarau,” jelas Dwikorita.

Jadi, ia mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada potensi terjadinya cuaca ekstrem yang masih terus berulang dan hampir merata di seluruh wilayah Indonesia.

Ia juga menyarankan masyarakat terus memonitor perkembangan cuaca mengingat dinamika cuaca yang cepat berubah-ubah.

"Ini karena dinamika cuaca yang sangat cepat berubah, jadi mohon dimonitor agar bisa beradaptasi dalam menyusun rencana kegiatan sehari-hari," ucapnya. (knu)

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan