MerahPutih.com - Seorang ibu berinisial M (82) dan anak perempuannya berinisial P (61) ditemukan meninggal dunia. Mirisnya, jenazah keduanya sudah membusuk di rumahnya, Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan.
"Setelah anaknya meninggal, ibunya jadi enggak keurus sekitar tiga sampai empat hari. Meninggalah ibunya ini," kata Kapolsek Cilandak, Kompol Wahid Key kepada wartawan dikutip di Jakarta, Sabtu (30/3).
Baca juga:
Polisi Bakal Putar Balik Pemudik Sepeda Motor Jika Berlebihan Bawa Barang
Wahid mengatakan, dugaan P lebih dulu meninggal dari M juga terlihat dari kondisi jenazah. Kedua jenazah ditemukan dari laporan asisten rumah tangga (ART).
"Iya, anaknya meninggal, karena dari kondisi jasadnya udah lebih parah ya, dan dari hasil olah TKP, nah dugaannya si anak ini meninggal empat hari," ujarnya.
Wahid mengatakan, M menderita stroke sementara P memiliki riwayat sakit diabetes akut. Dia menuturkan keseharian M bergantung pada P.
"lbunya usia 82 tahun, anaknya 61 tahun. Jadi sudah tua semua, jadi anaknya ini punya riwayat diabetes akut. Bahkan dia untuk jalan susah. Yang ibunya nggak bisa bangun karena stroke. Ibunya ini mengandalkan anaknya," ujarnya.
Wahid Key menjelaskan, M dan P memang hanya tinggal berdua di rumahnya. P pun yang merawat ibunya M yang sudah lama mengalami sakit stroke.
"Jadi memang dia tinggal berdua P dengan ibunya dan dia juga yang merawat ibunya sebetulnya dia juga butuh perawatan," kata Wahid.
Wahid mengatakan P tinggal bersama M lantaran sudah berpisah dengan suami dan anaknya. P pun memutuskan untuk merawat sang Ibu M meskipun kondisinya juga mengalami sakit diabetes akut.
"Si Ibu P ini sudah pisah sama suaminya, sudah tinggal, berpisah sudah lama. Nah ini anaknya juga sudah lama enggak tinggal sama beliau, makanya beliau mengasuh ibunya," terang Wahid.
Jenazah M dan P telah dimakamkan Sabtu (30/3) pagi. Kedua jenazah dimakamkan di TPU Kampung Kandang, Jagakarsa, Jakarta Selatan.
Jenazah dimakamkan di blok 76 TPU Kampung Kandang Jagakarsa. Kedua jenazah dimakamkan dalam satu liang lahat. (*)
Baca juga:
2.000 Pemuda Papua Bakal Direkrut Jadi Polisi, Dididik di Pulau Jawa