Merahputih.com - Gubernur Jateng Ahmad Luthfi buka suara terkait dugaan Operasi Tangkap Tangan (OTT) Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (15/10).
Luthfi mengatakan pihaknya prihatin, tetapi memilih menunggu konfirmasi dan penetapan resmi dari KPK sebelum mengambil langkah lebih lanjut.
Kalau itu benar, saya merasa prihatin,
kata Ahmad Luthfi, Kamis (15/11).
Luthfi menegaskan, pemerintah daerah perlu terus memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel.
Menurut dia, pesan mengenai pentingnya pemerintahan yang bersih atau clean and good government selama ini telah disampaikan kepada para kepala daerah di Jawa Tengah.
Kita juga sering ingatkan para bupati, wali kota, untuk menciptakan clean and good government,
katanya.
Terkait kemungkinan langkah yang akan diambil Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Luthfi belum memberikan keterangan lebih jauh.
Ia menegaskan, kepastian informasi dari KPK menjadi dasar untuk menentukan tindak lanjut.
Kita nanti tunggu penetapannya dari KPK, ya. Kalau sudah ada penetapan resmi, baru nanti,
pungkasnya.
Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diduga melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo, Kamis (15/10).
Informasi dihimpun, KPK melakukan OTT Bupati Klaten di rumah dinas (Rumdin) Bupati Klaten pukul 07.00 WIB.
Mobil KPK membawa sejumlah barang dan Bupati Klaten untuk dibawa ke Mapolresta Klaten pukul 08.00 WIB.
Sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dikabarkan ikut diamankan dan diperiksa di Mapolresta Klaten. Sampai berita diturunkan KPK masih melakukan pemeriksaan
Mobil yang diduga milik KPK untuk membawa sejumlah orang terparkir di belakang Mapolresta Klaten. Untuk lokasi pemeriksaan ada di lantai I.
Dikonfirmasi Kapolresta Klaten Kombes Pol. Ari Cahya Nugraha, membenarkan adanya aktivitas KPK di Mapolresta Klaten.
Betul. Polresta Klaten membackup pelaksanaan tugas dari KPK di Klaten,
kata Ari pada awak media, Kamis (15/11). (Ismail/Jawa Tengah).