Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Bundaran HI Mencekam Gara-Gara WNA Kena Jambret, Jakarta Terancam Gagal Jadi Kota Global?

Angga Yudha Pratama - Jumat, 15 Mei 2026

Merahputih.com - Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta, Kevin Wu, mengecam keras aksi penjambretan yang menimpa wisatawan mancanegara di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat. Kevin menilai insiden ini mencoreng citra Jakarta sebagai kota yang sedang berbenah menuju status kota global.

"Saya sangat prihatin dan mengecam keras aksi penjambretan terhadap WNA di kawasan Bundaran HI. Ini bukan sekadar kasus kriminal jalanan biasa, karena lokasinya adalah salah satu wajah utama Jakarta," ujar Kevin di Jakarta, Jumat (15/5).

Baca juga:

Viral WNA Italia Dijambret di Bundaran HI, Korban Sampai Tersungkur Kejar Pelaku

Alarm Keras Bagi Keamanan Etalase Ibu Kota

Menurut Kevin, Bundaran HI merupakan etalase sekaligus simbol modernitas Jakarta yang selalu menjadi sorotan dunia internasional. Aksi kriminal di lokasi ikonik tersebut seharusnya menjadi alarm serius bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dan aparat keamanan.

Kevin menekankan bahwa esensi kota global bukan hanya terletak pada kemegahan gedung pencakar langit atau penyelenggaraan acara internasional. Indikator utama keberhasilan sebuah kota global adalah kemampuan menjamin keamanan bagi setiap orang yang beraktivitas di ruang publik.

"Jakarta boleh bermimpi menjadi kota global, tapi jangan sampai turis dan warga sendiri merasa tidak aman memegang telepon genggam di pinggir jalan," tambah Kevin.

Desakan Penguatan Patroli Terpadu dan CCTV

Guna mencegah kejadian serupa, Kevin mendesak Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, untuk serius memprioritaskan keamanan ibu kota. Ia memperingatkan bahwa kegagalan dalam menjaga keamanan akan membuang sia-sia seluruh upaya peningkatan citra Jakarta yang telah dilakukan selama ini.

Baca juga:

Jambret WN Jerman di Pasar Baru Ditangkap, Polisi Ringkus 3 Pelaku termasuk Penadah

Langkah konkret yang diusulkan meliputi peningkatan patroli terpadu antara pihak Kepolisian, Satpol PP, hingga Dinas Perhubungan. Selain itu, penambahan titik Closed Circuit Television (CCTV) di kawasan strategis menjadi kebutuhan mendesak untuk mempersempit ruang gerak pelaku kriminal.

"Jangan sampai Jakarta dikenal dan menjadi global bukan karena kemajuannya, tapi karena orang merasa tidak aman saat berjalan di ruang publik," pungkasnya.

Baca Artikel Asli