MerahPutih.com - Bumiy resmi memperkenalkan EP perdananya bertajuk The Story of Us. Mini album ini memuat empat lagu, yakni Permintaan Hati, Hati Bertali, Japuik Tabao, dan Syair Malam.
Tiga lagu pertama telah lebih dulu dirilis sebagai single sepanjang awal 2026. Sementara itu, Syair Malam hadir sebagai karya terbaru sekaligus penutup yang menyempurnakan konsep keseluruhan EP.
Berbeda dari kebanyakan mini album yang berisi kumpulan lagu dengan tema terpisah, The Story of Us dirancang sebagai sebuah perjalanan emosional yang saling terhubung.
Keempat lagu disusun layaknya bab demi bab dalam sebuah kisah cinta, sehingga ketika didengarkan secara berurutan, pendengar akan diajak mengikuti alur cerita yang utuh dari awal hingga akhir.
Baca juga:
MANIPOL Rilis EP Perdana 'Maximize the Minimum', Bukti Keterbatasan Tak Menghalangi Berkarya
Kisahkan Perjalanan Cinta dari Awal hingga Menemukan Tempat Pulang
Perjalanan dimulai melalui Permintaan Hati, yang menceritakan keberanian seseorang mengungkapkan perasaan kepada orang yang dicintai.
Cerita kemudian berlanjut dalam Hati Bertali, yang mengangkat kisah dua insan yang tetap menjaga ikatan meski dipisahkan oleh jarak, dengan doa sebagai penghubung di antara keduanya.
Memasuki Japuik Tabao, yang dibawakan menggunakan bahasa Minangkabau, pendengar diajak menerima kenyataan bahwa tidak semua harapan dapat terwujud sesuai rencana.
Sebagai penutup, Syair Malam menghadirkan makna cinta yang lebih dewasa, yakni saling menjaga, menguatkan, dan menjadi tempat kembali setelah melewati berbagai dinamika kehidupan.
Baca juga:
Featuz Rilis EP 'Home Again', Hadirkan Refleksi tentang Arti Rumah, Cinta, dan Kehidupan
Seluruh materi dalam EP The Story of Us merupakan hasil ciptaan Budi Irwandi, yang kemudian dihidupkan melalui interpretasi vokal Bumiy.
Proses produksinya dipercayakan kepada Deni Januarta, sementara tahap mixing dan mastering dikerjakan oleh Irene Edmar Irawan.
Sejumlah musisi turut memberikan kontribusi dalam proyek ini, di antaranya Baim yang mengisi bass serta Ryan Bombadz pada gitar di lagu Permintaan Hati. Sementara itu, Yogi Mahendra memainkan bass pada lagu Japuik Tabao.
Seluruh proyek diproduksi di bawah naungan GitaKita Production. Proses rekaman berlangsung di 3am Studio untuk lagu Permintaan Hati dan Hati Bertali, serta di GitaKita Studio untuk Japuik Tabao dan Syair Malam.
Artwork Seperti Puzzle yang Membentuk Satu Cerita
Tak hanya menghadirkan kesinambungan melalui musik, Bumiy juga menyiapkan konsep visual yang telah dirancang sejak perilisan setiap single.
Artwork masing-masing lagu dibuat menyerupai potongan puzzle yang saling melengkapi. Setelah seluruh lagu dirilis, keempat ilustrasi tersebut membentuk satu gambar utuh yang kemudian menjadi sampul resmi The Story of Us.
Konsep tersebut menjadi simbol bahwa setiap lagu merupakan bagian dari satu cerita besar yang baru terasa lengkap ketika dinikmati secara keseluruhan.
Baca juga:
UTY Rilis EP Perdana 'Pacar Virtual', Hadirkan Identitas Musik Lewat Topeng Misterius
Rayakan Peluncuran EP Lewat Showcase
Untuk merayakan peluncuran EP ini, Bumiy menggelar showcase bertajuk 'Membumiy: The Story of Us' pada 12 Juli 2026 di Padang.
Dalam pertunjukan tersebut, Bumiy membawakan seluruh lagu dalam EP secara langsung untuk pertama kalinya. Ia juga berbagi kisah mengenai proses kreatif serta inspirasi di balik setiap karya yang masuk dalam mini album tersebut.
Melalui The Story of Us, Bumiy menghadirkan perjalanan musikal yang merekam berbagai fase dalam sebuah hubungan, mulai dari keberanian menyatakan cinta, mempertahankan ikatan, menerima kenyataan yang tak selalu sesuai harapan, hingga menemukan ketenangan bersama seseorang yang menjadi tempat pulang. (Far)