Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

BSI Target Tambah 3 Juta Nasabah Per Tahun

Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 28 Februari 2024

MerahPutih.com - Bank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan di triwulan I 2024 masih akan melambat, dibandingkan dengan triwulan sebelumnya. DPK perbankan pada Desember 2023 tercatat Rp8.234,2 triliun. DPK ini tumbuh 3,8 persen secara tahunan year on year atau sama dengan pertumbuhan bulan sebelumnya.

PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menargetkan peningkatan jumlah nasabah sebesar 2-3 juta per tahun, kata Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna.

Baca Juga:

3 Bank BUMN dan Telkom Bakal Groundbreaking di IKN

"Hal ini menjadi optimis mengingat saat ini penambahan jumlah customer baru BSI sekitar 200.000 hingga 240.000 setiap bulan. Oleh karena itu, kami optimistis bahwa setiap tahun target pertumbuhan customer 2 juta sampai 3 juta," kata Anton, di Jakarta, Rabu (28/2).

Hingga akhir Desember 2023, jumlah customer based BSI mencapai 19,65 juta dengan pertumbuhan 10,53 persen secara tahunan (yoy).

Capaian tersebut diraih dengan berbagai langkah strategis yang mendorong peningkatan customer based, yakni perluasan literasi syariah, optimalisasi branding.

Selain itu, penguatan sektor-sektor potensial yang mendorong bisnis BSI seperti eksositem halal termasuk haji dan umrah, Zakat, Infaq, Shodaqah dan Wakaf (ZISWAF), pesantren, pendidikan, kesehatan, dan kosmetik; segmen retail dan juga bisnis emas.

Pada sisi lain, pertumbuhan nasabah BSI juga didukung dengan pengembangan produk-produk layanan yang lebih bervariasi. Saat ini BSI fokus untuk mendorong produk-produk yang sudah ada agar lebih dikenal masyarakat, salah satunya masuk dalam pasar modal syariah melalui pembukaan Rekening Dana Nasabah (RDN).

Ia menegaskan, BSI sedang mendorong instrumen wakaf untuk bisa diakses dengan mudah lewat BSI Deposito Wakaf yang saat ini bekerja sama dengan nazhir salah satu kampus.

Tujuannya, tegas ia, penetrasi pasar dengan produk deposito, namun bagi hasilnya nanti akan berkelanjutan untuk optimalisasi pendidikan di Indonesia, khususnya bagi mahasiswa berprestasi yang tidak mampu dan masuk ke dalam seluruh segmen masyarakat secara menyeluruh.

"Artinya, satu orang mungkin nanti akan memiliki lebih dari 2-3 produk syariah yang bisa dipakai dalam aktivitasnya," ujarnya. (*)

Baca Juga:

Transformasi Strategis Bank KB Bukopin Wujudkan Visi Misi Baru

Baca Artikel Asli