Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Dunia

Bos Baru Apple John Ternus Diharap Bawa Perbedaan, Mengubah Arah ke Pengembangan iPhone

Dwi Astarini - Selasa, 21 April 2026

MERAHPUTIH.COM — JOHN Ternus resmi diumumkan sebagai pengganti Tim Cook sebagai chief executive officer di Apple. Cook mengundurkan diri setelah 15 tahun memimpin raksasa teknologi tersebut. Ternus, yang saat ini menjabat kepala teknik perangkat keras dan telah bekerja di Apple selama 25 tahun, akan mengambil alih jabatan tersebut pada 1 September. Sementara itu, Cook akan menjadi executive chairman.

Seperti dilansir BBC, penunjukan pemimpin dari latar belakang produk dan perangkat keras ini dinilai dapat membantu Apple keluar dari kritik yang terus muncul selama masa kepemimpinan Cook, yakni perusahaan tidak lagi cukup inovatif. Meskipun demikian, Cook berhasil meningkatkan laba tahunan Apple hingga empat kali lipat dengan ekspansi besar produk di seluruh dunia, padahal lini produknya relatif tetap.

Analis utama di Forrester, Dipanjan Chatterjee, dikutip BBC, memuji stabilitas finansial yang dibawa Cook, tapi mencatat ia belum menghadirkan produk seperti iPhone yang bisa menjamin kesuksesan jangka panjang berikutnya. Menurutnya, Apple masih secara struktural bergantung pada ponsel sambil mencari mesin pertumbuhan berikutnya.

Penunjukan Ternus menjadi sinyal bahwa Apple mencari diferensiasi dalam produknya. Menurut Chatterjee, pemimpin baru harus menghindari kecenderungan perubahan kecil yang selama ini menghambat Apple sekaligus keluar dari ketergantungan pada iPhone.

Baca juga:

Apple Tunjuk Bos Anyar, John Ternus Siap Bawa Era Baru



Profesor di University of Notre Dame Mendoza College of Business Timothy Hubbard mengatakan era Cook menjadikan Apple sebagai perusahaan yang terbaik dalam menyempurnakan, memperluas, dan mempertahankan sistem yang sangat kuat. “Pertanyaan besar sekarang yakni apakah organisasi yang sama dapat beralih ke eksplorasi, dengan keberhasilan bergantung pada kecepatan, ketidakpastian, dan kemauan lebih besar untuk bereksperimen,” ujarnya.

Keengganan Apple untuk terjun agresif ke AI membedakannya dari perusahaan lain seperti Microsoft dan Meta, yang menginvestasikan ratusan miliar dolar setiap tahun di bidang ini. Hal itu juga yang membuat raksasa teknologi ini mendapat kritik karena lambat merespons lonjakan permintaan AI. Akibatnya, Apple akhirnya mengintegrasikan teknologi dari Google dan OpenAI ke dalam sistem operasinya.

Dengan CEO baru, kata Hubbard, Apple mungkin menunjukkan minat strategis untuk integrasi AI yang lebih dalam ke perangkat keras mereka. Ia menyebut kekuatan yang membuat Apple dominan, seperti disiplin, kualitas, dan kontrol, bisa menjadi kendala jika era berikutnya menuntut keterbukaan dan iterasi yang lebih cepat.

“Inovasi cepat itulah awal kesuksesan Apple, dan mungkin ke arah sanalah perusahaan perlu kembali,” tutupnya.(dwi)

Baca juga:

Biaya Komponen Naik, Apple Disebut Bakal Tetap Pertahankan Harga iPhone 18 Pro

Baca Artikel Asli