Merahputih.com - Direktur Lembaga Pemilih Indonesia (LPI), Boni Hargens menduga ada upaya adu domba dalam unjuk rasa yang berujung dengan kerusuhan pada 21-22 Mei 2019 di Jakarta.
Bukan tanpa alasan, Boni menilai aksi unjuk rasa tersebut tidak wajar karena ada kelompok yang membawa senjata, batu dengan melakukan provokasi.
"Mereka berupaya mengadu domba TNI dan Polri, cukup membuat saya merasa ini lelucon. Karena saya tahu betul TNI kita sangat profesional dan jauh setelah 1998, sudah lebih dari 21 tahun mereka belajar banyak dari pengalaman orde baru yang banyak dikritik dan dicerca," ujar Boni kepada wartawan di Jakarta, Kamis (30/5).
BACA JUGA: SBY: Kita Harus Menerima Hasil Pemilu Secara Kesatria
BACA JUGA: Kubu Prabowo Akui Jadi Korban Kriminalisasi, Polisi Beberkan Alasan Ini
Dalam kesempatan tersebut, Boni Hargens juga mengungkap dugaannya terkait sejumlah kelompok, yang menurutnya, mendesain skenario di balik aksi tersebut.
"Kami menemukan ada sekelompok orang yang memang memiliki kegiatan bisnis kerusuhan, bisnis menumbangkan rezim demokrasi, itu sudah sukses di Timur Tengah," paparnya.
"Nah, perpaduan yang sangat rumit antara pedagang politik, pengusaha politik, pegusaha kerusuhan dengan kelompok radikal ini melahirkan skenario produksi kekerasan yang sistematis," sambungnya.
Oleh sebab itu, Boni mengaharapkan semangat seluruh lapisan masyarakat Indonesia untuk tetap mendukung TNI-Polri untuk mengungkap dalang dari aksi itu. (Knu)