BMKG Temukan 25 Titik Panas, Riau Siaga Darurat
Kamis, 19 Oktober 2017 -
MerahPutih.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru menyatakan sebanyak 25 titik panas yang mengindikasikan kebakaran hutan dan lahan masih terdapat di wilayah Provinsi Riau.
"Data terakhir hingga pagi ini terpantau 25 titik panas," kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Pekanbaru Slamet Riyadi di Pekanbaru, Kamis (19/10).
Dia menjelaskan, keberadaan titik panas tersebut sama dengan yang terpantau satelit Terra dan Aqua pada Rabu (18/10) petang, sebanyak 25 titik dan menyebar di sembilan kabupaten dan kota di Riau.
Data itu merupakan akumulasi selama 24 jam terakhir. Namun, hingga tadi malam belum ada tambahan atau berkurangnya titik panas sehingga lokasi dan jumlah titik panas masih sama pagi ini.
Dia merincikan, 25 titik panas dengan tingkat kepercayaan di atas 50 persen masing-masing terpantau di Kota Dumai lima titik, Kabupaten Rokan Hilir empat titik.
Selanjutnya, titik panas terpantau di Bengkalis, Siak, dan Indragiri Hulu masing-masing tiga titik. Kemudian di Rokan Hulu, Pelalawan, dan Kuantan Singingi masing-masing dua titik panas serta di Kampar satu titik panas.
"Dari 25 titik panas, 11 titik di antaranya dipastikan sebagai titik api dengan tingkat kepercayaan di atas 70 persen," katanya.
Titik api merupakan indikasi adanya kebakaran hutan dan lahan dengan tingkat kepercayaan di atas 70 persen, atau indikasi kuat adanya kebakaran.
Dia menjelaskan, titik api terdeteksi di Bengkalis, Dumai, Indragiri Hulu, dan Kuantan Singingi masing-masing dua titik. Selanjutnya titik api turut terpantau di Rokan Hilir, Kampar, dan Rokan Hulu masing-masing satu titik api.
Keberadaan titik panas yang terpantau hari ini merupakan yang terbanyak dalam dua bulan terakhir. Bahkan, dalam sepekan terakhir cuaca di Provinsi Riau terasa cukup panas dengan curah hujan minim.
Saat ini Provinsi Riau masih dalam status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan. Status yang diputuskan sejak awal 2017 ini akan berakhir pada November mendatang. (*)
Sumber: ANTARA