MerahPutih.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini prakiraan hujan lebat disertai kilat dan angin kencang yang berpotensi terjadi di beberapa wilayah Indonesia pada Senin (23/8).
Baerdasarkan informasi yang dikutip dari laman BMKG, Senin (23/8), di Jakarta, disebutkan bahwa peringatan dini itu untuk Provinsi Bangka Belitung, Bengkulu, Jambi, Lampung, Riau, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat.
Kondisi serupa juga berpotensi terjadi di Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Maluku, Papua, Papua Barat, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Sumatera Utara.
Baca Juga:
BMKG Keluarkan Peringatan Dini Bagi Warga Pesisir di 21 Provinsi
Dikemukakan BMKG bahwa daerah pertemuan dan perlambatan kecepatan angin (konvergensi) terpantau memanjang di perairan Barat Bengkulu, Kalimantan bagian utara, dari Sulawesi Tenggara hingga Sulawesi Barat, di Maluku, dari Papua Barat hingga Maluku Utara dan di Papua bagian tengah.
"Kondisi ini mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sepanjang daerah konvergensi tersebut," sebut BMKG.
Di samping itu, BMKG juga memperingatkan potensi kebakaran lahan di wilayah Nusa Tenggara Timur.
Sementara itu, BMKG Stasiun Meteorologi Pattimura Ambon memprediksi hujan dengan intensitas sedang disertai angin kencang berpotensi terjadi di enam wilayah Provinsi Maluku.
"Hujan dengan intensitas sedang yang berdurasi lama disertai angin kencang berpotensi terjadi di enam wilayah di orovinsi Maluku yakni Kabupaten Buru Selatan, Seram Bagian Barat (SBB), Seram Bagian Timur (SBT), Maluku Tengah, Kota Ambon dan Kepulauan Aru, " kata Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Pattimura Ambon, Kamari di Ambon, Senin.
Dikatakannya dari hasil analisis angin timur tenggara masih mendominasi wilayah Maluku.
Gelombang tropis juga terpantau aktif di wilayah Maluku, pada lapisan 850 hPa kelembaban udara cukup tinggi berkisar antara 70 -100 persen.
Baca Juga:
BMKG Peringatkan Potensi Gelombang Tinggi di Perairan Selatan Jatim
Selain itu, kondisi suhu permukaan laut cenderung menghangat, khususnya di Laut Seram, Laut Banda, perairan Kepulauan Kei dan Aru (1,5 - 3,5 derajat C), yang mendukung tersedianya suplai uap air dari Samudera Pasifik Timur ke Samudera Pasifik Barat.
Kondisi tersebut berpengaruh signifikan terhadap aktivasi potensi pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia bagian timur.
Masyarakat juga diimbau tetap waspada potensi cuaca buruk (hujan lebat-sangat lebat yang dapat disertai kilat/petir, angin kencang) saat hujan.
Cuaca buruk berdampak pada penurunan jarak pandang secara tiba-tiba serta dampak bencana hidrometeorologi yang dapat terjadi seperti banjir, tanah longsor dan pohon tumbang, demikian Kamari. (*)
Baca Juga:
BMKG Keluarkan Peringatan Hujan Lebat Disertai Kilat-Angin Kencang