Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Beredar Pesan Berantai Aksi Buruh Berpotensi Rusuh, Presiden KSPSI: Hoaks

Andika Pratama - Selasa, 30 April 2019

MerahPutih.com - Media sosial tengah gempar dengan berita yang menyebutkan bahwa aksi Buruh pada Peringatan May Day, Rabu (1/5) besok berpotensi rusuh.

Presiden Konferensi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea memastikan bahwa isi pesan berantai terkait aksi may day berpontensi rusuh yang berkembang belakangan ini adalah hoaks.

Buruh sedang berkumpul di halaman Monas sebelum memulai aksi jalan kaki ke Istana.(MP/Venansius Fortunatus)
Presiden Konferensi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea

"Konfederasi-konfederasi besar buruh telah berkomitmen, untuk menjaga Aksi May Day ini, berjalan damai dan aman, seperti aksi buruh pada tahun -tahun sebelumnya," kata Presiden KSPSI, Andi Gani, melalui siaran pers yang diterima di Jakarta, Selasa, (30/4).

Andi menjelaskan, aksi buruh yang akan digelar besok hanya fokus pada beberapa tuntutan kesejahteraan terhadap buruh Indonesia.

"Pertama, revisi PP 78 Soal Pengupahan (Hal ini sudah direspon Presiden Jokowi saat menerima Presiden Presiden Konfederasi Buruh Indonesia yakni Andi Gani Wea, Said Iqbal, Mudofir, Ilhamsyah Syaiful, dan Muchtar di Istana Bogor beberapa hari yang lalu )," tegasnya.

Kedua, lanjutan Andi, dalam aksi may day nanti, Presiden Joko Widodo diminta untuk segera menginstruksikan Kapolri Jenderal Tito Karnavian, guna membentuk unit pidana perburuhan di kepolisian, untuk menegakkan hukum yang adil, guna tegaknya hukum terhadap hak - hak buruh.

Bahkan pimpinan Polri, jelas Andi, langsung merespon dengan baik. Sehingga, tepat pada tanggal 1 Mei nanti, Unit Pidana Perburuhan tersebut akan diresmikan secara langsung oleh pucuk pimpinan institusi korps bhayangkara tersebut.

"Tentunya, ini menjadi sejarah luar biasa untuk perjuangan Buruh," terang Andi.

Ketiga, buruh meminta, setiap kawasan industri di mana tempat buruh wanita bekerja, harus menyiapkan tempat penitipan anak. Permintaan tersebut beber Andi, juga direspon secara positif oleh presiden RI ke-7 itu.

Buruh sedang berkumpul di halaman Monas sebelum memulai aksi jalan kaki ke Istana.(MP/Venansius Fortunatus)

"Dalam waktu dekat ini, Presiden Jokowi, akan mengeluarkan kebijakan yang mewajibkan, bahwa disetiap kawasan-kawasan industri bakal menyiapkan tempat penitipan anak bagi parah buruh wanita itu," tandasnya.

Tak hanya itu saja, seluruh Presiden-Presiden Konfederasi Buruh Indonesia, terang Andi juga sepakat membentuk team bersama untuk membahas terkait dengan tuntuan buruh dalam aksi may day ini.

"Kami berharap masyarakat, tetap tenang, dan tidak terpengaruh dengan pesan Whatssap berantai yang berisi aksi may day berpotensi rusuh tersebut," tutupnya. (Gms)

Baca Artikel Asli