Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Belum Setahun, Kereta Petani Pedagang Lintas Rangkasbitung–Merak Layani 26.074 Penumpang

Dwi Astarini - Kamis, 02 Juli 2026

MERAHPUTIH.COM - KERETA Petani Pedagang lintas Rangkasbitung-Merak laris diserbu pelanggan. Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat, selama I Semester 2026, Kereta Petani Pedagang di lintas Rangkasbitung–Merak telah melayani 26.074 pelanggan. Sejak melayani operasional di lintas tersebut pada 1 Desember 2025, layanan ini telah dimanfaatkan 30.189 pelanggan.

“Mereka terdiri atas 4.115 pelanggan pada periode awal operasional bulan Desember 2025 dan 26.074 pelanggan sepanjang Januari–Juni 2026,” kata Vice President of Corporate Communication of KAI Anne Purba di Jakarta dikutip Kamis (2/7).

Anne mengatakan Kereta Petani Pedagang merupakan bentuk adaptasi layanan KAI terhadap kebutuhan mobilitas masyarakat di daerah. Layanan ini memberi ruang yang lebih tertata bagi pelanggan yang membawa barang dagangan, hasil pertanian, maupun perlengkapan usaha dalam perjalanan harian.

Baca juga:

Kereta Petani dan Pedagang Layani 17.867 Pelanggan Sepanjang 2026, Biaya cuma Rp 3.000


Kereta Petani Pedagang hadir dari kebutuhan masyarakat yang sangat riil. Di lintas Rangkasbitung–Merak, banyak pelanggan menggunakan kereta api untuk bekerja, berdagang, membawa hasil bumi, dan menghidupi ekonomi keluarga.

“KAI ingin perjalanan mereka lebih tertib, nyaman, dan tetap memperhatikan keselamatan,” ujar Anne.

Anne menjelaskan keberadaan kereta tersebut memberi manfaat langsung bagi masyarakat. Petani dapat membawa hasil panen menuju titik perdagangan, pedagang dapat menjangkau pasar dan pelanggan dengan biaya perjalanan yang terukur. “Sementara, masyarakat sekitar memperoleh akses transportasi yang lebih sesuai dengan aktivitas ekonomi harian,” ucap Anne.

Selain melayani Kereta Petani Pedagang, lintas Rangkasbitung–Merak juga menjadi salah satu jalur penting bagi mobilitas KA Lokal. KA Lokal Rangkasbitung–Merak menghubungkan sejumlah wilayah di Banten hingga Stasiun Merak yang berada dekat dengan Pelabuhan Merak. Dari titik ini, masyarakat dapat melanjutkan perjalanan menyeberang ke Pulau Sumatra melalui layanan penyeberangan.

Konektivitas tersebut membuat KA Lokal Rangkasbitung–Merak memiliki peran penting bagi perjalanan masyarakat, baik untuk bekerja, berdagang, sekolah, mengakses layanan publik, maupun melanjutkan perjalanan antarpulau. Kehadiran layanan ini memperkuat hubungan mobilitas harian warga Banten dengan salah satu pintu penyeberangan utama menuju Sumatra.

KAI mencatat volume pelanggan KA Lokal lintas Rangkasbitung–Merak terus menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2023, KA Lokal lintas Rangkasbitung–Merak melayani 3.617.478 pelanggan. Jumlah tersebut meningkat menjadi 4.269.154 pelanggan pada 2024, lalu kembali naik menjadi 4.463.498 pelanggan pada 2025.

“Dalam dua tahun, volume pelanggan bertambah 846.020 pelanggan atau tumbuh 23,39 persen,” ucap Anne.

Penguatan tren tersebut berlanjut pada 2026. Sepanjang Januari–Juni 2026, KA Lokal lintas Rangkasbitung–Merak melayani 2.414.115 pelanggan. Jumlah itu meningkat 207.444 pelanggan atau 9,40 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada 2025 sebanyak 2.206.671 pelanggan.

Layanan ini menghubungkan aktivitas pendidikan, pekerjaan, perdagangan, layanan publik, perjalanan keluarga, hingga akses menuju penyeberangan ke Pulau Sumatra melalui Pelabuhan Merak.

“KAI melihat lintas Rangkasbitung–Merak sebagai jalur yang memiliki nilai sosial, ekonomi, dan konektivitas yang kuat,” tutup Anne.(knu)

Baca juga:

Kereta Petani dan Pedagang Mudahkan Akses Distribusi Komoditas Lokal



Baca Artikel Asli