Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Bareskrim Ungkap Penyebab Blackout Batam-Bintan, Kera Diduga Picu Korsleting Trafo

Ananda Dimas Prasetya - 2 jam, 54 menit lalu

MerahPutih.com - Gangguan kelistrikan yang menyebabkan blackout di Batam dan Bintan, Kepulauan Riau (Kepri), diduga bermula dari masuknya seekor kera ke area Trafo 1 Gardu Induk Sei Harapan.

Hasil penyidikan Bareskrim Polri mengungkap, pagar pengaman yang seharusnya dialiri listrik untuk mencegah masuknya satwa liar justru dalam kondisi mati saat kejadian.

Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri Brigjen Moh Irhamni mengatakan, Selasa (20/10), kondisi pagar tersebut memungkinkan kera masuk ke kawasan gardu induk yang memiliki peralatan bertegangan tinggi.

Pada saat kejadian, pagar yang harusnya dialiri listrik itu dalam keadaan mati. Maka dapat dilompati dan hewan dapat masuk ke dalam kawasan gardu,

Dirtipidter Bareskrim Polri, Moh Irhamni.

Bareskrim Polri telah menetapkan lima tersangka dalam perkara ini. Mereka terdiri atas empat orang dari pihak PLN Batam dan satu orang dari pihak kontraktor. Para tersangka diduga memiliki tanggung jawab terkait pengamanan kawasan gardu induk dan pagar pelindung.

Baca juga:

Apa Penyebab Blackout di Batam? Bahlil Singgung Petir dan Gangguan Teknis

Hasil Forensik Temukan Bekas Terbakar di Trafo 1

Kasubdit Lakabakar Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri Kompol Henry Siahaan menjelaskan, tim telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan barang bukti pada 13–21 Oktober 2026.

Barang bukti yang diperiksa meliputi lempengan busbar, potongan konduktor, perangkat tripping lockout, dan pipa Buchholz. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya kerusakan serta bekas terbakar di bagian atas Trafo 1.

Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, kera yang masuk ke area gardu induk diduga memicu korsleting antara sisi tegangan 150 kilovolt (kV) dan 20 kV.

Baca juga:

Buntut Pemadaman di Batam, Pemerintah Evaluasi Rencana Cadangan PLN Saat Blackout

Sampel Rambut pada Pipa Buchholz Cocok dengan Kera yang Mati

Dugaan keterlibatan kera dalam gangguan kelistrikan itu diperkuat oleh hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel rambut yang ditemukan pada pipa Buchholz.

Henry mengatakan, sampel rambut yang ditemukan pada barang bukti tersebut cocok dengan sampel kera yang ditemukan mati di lokasi kejadian.

Temuan tersebut menjadi salah satu bagian dari hasil pemeriksaan forensik dalam penyidikan kasus blackout yang berdampak pada wilayah Batam dan Bintan.

Baca juga:

Blackout Batam-Bintan: 5 Orang Jadi Tersangka, Ada Dugaan Kera Masuk Area Trafo

Perangkat Pengaman Sistem Diduga Tidak Berfungsi Maksimal

Selain memeriksa kerusakan pada Trafo 1, tim juga menemukan bahwa perangkat tripping lockout yang seharusnya membantu mengamankan sistem ketika terjadi gangguan tidak berfungsi secara maksimal.

Kondisi tersebut diduga menyebabkan gangguan berlanjut hingga pembangkit terlepas dari sistem kelistrikan.

Penyidik masih mendalami peran masing-masing tersangka dalam perkara yang berujung pada pemadaman listrik meluas di Batam dan Bintan, Kepulauan Riau. (Knu)

Baca Artikel Asli