MerahPutih.com - Pelatih Barcelona, Hansi Flick menyebutkan, bahwa timnya membutuhkan lebih dari sekadar Lamine Yamal untuk mewujudkan "hal yang mustahil" di laga semifinal Copa del Rey melawan Atletico Madrid, Rabu (4/3) dini hari WIB.
Barcelona dihancurkan 4-0 pada leg pertama di Metropolitano bulan lalu, sehingga mereka harus berjuang keras ketika keduanya kembali bertemu di Spotify Camp Nou.
Namun, dengan dukungan penonton tuan rumah dan Yamal yang baru saja mencetak hattrick pertamanya dalam kariernya ketika melawan Villarreal, Flick mengatakan bahwa Barca yakin mereka bisa melakukannya.
"Fokusnya adalah tim," kata Flick dalam konferensi pers ketika ditanya apakah Yamal harus berada dalam performa terbaiknya agar Barça bisa melakukan comeback yang mustahil.
"Kami tertinggal empat gol. Kami ingin mewujudkan hal yang mustahil menjadi mungkin. Ini adalah tujuan kami besok. Kami tahu ini tidak akan mudah, tetapi kami tidak pernah menyerah."
Baca juga:
Barcelona Tanpa Robert Lewandowski Hadapi Atletico Madrid, Misi Comeback Makin Berat
Hansi Flick Belum Pernah Tertinggal 4-0 dalam Kariernya sebagai Pelatih
"Saya belum pernah berada dalam situasi ini sebelumnya, tetapi saya tidak takut akan hal ini," tambahnya.
"Setiap babak, kami ingin mencetak dua gol. Mungkin bisa satu gol. Kami tahu itu sulit. Kami bermain melawan tim yang fantastis. Mereka sangat menyulitkan kami di pertandingan terakhir."
Selain itu, Barcelona harus kehilangan Robert Lewandowski menjelang pertandingan. Striker Polandia itu mengalami patah tulang rongga mata saat melawan Villarreal.
Baca juga:
Kalah Memalukan dari Atletico Madrid, Apakah Barcelona Masih Punya Harapan di Camp Nou?
Ia harus bergabung dengan Frenkie de Jong, Gavi, dan Andreas Christensen dalam daftar pemain cedera. Sementara itu, Eric Garcia diskors.
Namun, Barca telah memperkuat lini lain sejak kekalahan di leg pertama melawan Atletico, dengan kembalinya Pedri dan Raphinha dari cedera.
"Inilah yang harus kita lakukan besok, bermain sebagai tim, sebagai satu kesatuan. Kita harus bermain cerdas, tetapi dengan semangat untuk mewujudkannya," tutup Flick. (sof)