Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Hiburan & Gaya Hidup Fun

Atasi Kegalauan dalam Membuat Perencanaan Keuangan

Ikhsan Aryo Digdo - Senin, 15 November 2021

PLATFORM E-commerce mengadakan acara bincang-bincang bertajuk '11.11 Big Sale: Solusi Galau Rencana Keuangan' beberapa waktu lalu. Hadir Prita Ghozie (Principal Consultant & CEO ZAP Finance) dan Fellexandro Ruby (Content Creator & Co-Founder Thirty Days of Lunch Podcast) dalam acara ini.

Acara bincang-bincang ini membahas mengenai pentingnya merencanakan keuangan untuk membangun finansial yang sehat. Daniel Minardi, Head of Brands Management & Digital Products Shopee Indonesia mengatakan Perencanaan keuangan merupakan salah satu langkah awal serta aspek penting dalam upaya membangun finansial sehat.

Baca Juga:

Bulan Fintech Nasional Jadi Momen Edukasi Keuangan

"Ragam manfaat bisa kita dapatkan dengan membuat perencanaan keuangan, seperti memiliki pegangan untuk dana darurat," ujar Daniel.

Fellexandro Ruby mengatakan Financial Planning atau perencanaan keuangan ini sudah menjadi hal yang wajib untuk kita miliki. Bukan hanya soal berapa besar penghasilan kita, tapi juga bagaimana mengelolanya dengan optimal. "Untuk hari ini dan hari esok sehingga keuangan kita tidak mengalami kebocoran dan kita dapat melakukan sebuah pengeluaran yang lebih produktif serta efektif," kata Fellexandro.

Sementara itu, Prita Ghozie mengatakan saat pandemi seperti ini banyak pengeluaran yang tidak terduga dan terkadang jumlahnya tidak kecil. Maka dari itu, menurutnya kita harus dapat mengalokasikan keuangan dengan tepat. "Namun, ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan dalam membuat rencana keuangan ini," tuturnya.

Keuangan yang sehat tidak hanya didasari oleh pemasukan yang lebih besar dari pengeluaran. (Foto: Unsplash/@Visual Stories Micheile)

Menurut Prita, hal utama yang perlu dilakukan dalam merencanakan keuangan adalah financial check up, sehingga paham dengan kondisi finansialmu saat ini. Dimulai dari mencatat aset yang dimiliki, kewajiban, pemasukan serta pengeluaran. Pencatatan ini bertujuan untuk mengetahui kesehatan kondisi keuangan dan memastikan kalau kamu masih berada di jalur yang tepat dalam mengelola keuangan.

Agar mengetahui alur keuangan, setiap individu juga harus terlebih dahulu mengetahui pola perilaku atau kebiasaan pengeluaran. Evaluasi pengeluaran mulai dari kebutuhan yang dapat dibeli secara bulanan hingga pengeluaran kecil setiap harinya. Ini juga dapat membantu mengetahui dan membatasi kebocoran dengan mengurangi pengeluaran yang tidak diperlukan.

Biasanya banyak orang akan menjadi boros ketika mereka mendapatkan banyak uang. Penting untuk kita agar bisa menahan diri dalam mengendalikan berbagai keinginan kita. Hal ini dilakukan supaya kita dapat menghilangkan istilah yang selama ini sering disebut sebagai tanggal tua dan tanggal muda.

Utamakan juga manfaat dibanding harga murah pada saat membeli barang. Tujuannya agar dapat digunakan dalam jangka panjang, biaya per penggunaan menjadi lebih murah dan bisa dijadikan peluang investasi beberapa tahun kedepan.

Finansial yang sehat adalah dengan memiliki total cicilan utang bulanan yang terkendali atau di bawah 30 persen dari penghasilan bulanan. Selain besar cicilannya, pahami juga jenis utang yang diambil. Utang yang baik, contohnya utang KPR atau untuk modal usaha. Hindari mengambil cicilan utang hanya untuk menutup kebutuhan hidup bulanan ataupun gaya hidup.

Baca Juga:

Investree Jadi Solusi Kebutuhan Dana UKM

Pengelolaan keuangan akan berbeda-beda pada setiap orang. (Foto: Unsplash/@Masjid Pogung Dalangan)

Tabungan harus dibedakan dari dana darurat. Tabungan lebih kepada pengumpulan uang untuk suatu tujuan, sedangkan dana darurat lebih bersifat pencadangan. Lalu investasi, erat kaitannya dengan profil risiko dan untuk mencapai tujuan keuangan jangka panjang. Sementara itu, proteksi bertujuan untuk melindungi pendapatan pencari nafkah.

Tujuan ini bisa dimulai dari hal kecil namun realistis seperti rencana dana untuk tujuan membeli sebuah produk yang diinginkan atau untuk berlibur. Nantinya tujuan ini dapat berkembang seperti rencana dana pembelian rumah, dana Pendidikan anak, dana pensiun atau hal besar lainnya yang ingin dicapai. Ketika kita sudah dapat menghitung alokasi pengeluaran dari pendapatan yang didapat, kita dapat mempelajari investasi untuk mengalihkan sebagian uang yang kita miliki. Investasi ini menjadi strategi untuk mencapai tujuan keuangan.

Saat memperoleh penghasilan baik dari gaji bulanan, maupun hasil usaha, sisihkan untuk ditabung di awal minimal 10 persen dari penghasilan, sehingga dana yang ditabung bukanlah dana sisa. Dengan demikian kamu mampu menyisihkan penghasilan untuk ditabung guna pembelian yang sudah direncanakan mau pun tujuan keuangan jangka pendek yang ingin dicapai lainnya.

Pengelolaan keuangan ini pastinya akan berbeda-beda setiap orangnya, karena itu, sebaiknya ketika keuangan kita sudah lebih kompleks, kita dapat berkonsultasi dengan seseorang yang lebih ahli. Konsultan keuangan dapat memberikan saran-saran yang dapat memperbaiki serta mengoptimalkan pengelolaan keuangan kamu. (tel)

Baca Juga:

Bingung Biayai Anak Masuk Sekolah? Investree Menyediakan Pinjaman Karyawan

Baca Artikel Asli